TANJUNG SELOR – Mengantisipasi bencana alam di Bulungan personel gabungan dari Polres Bulungan, Kodim 0903/Tanjung Selor, Brimob Batalion A Polda Kaltara, Satpol PP Kaltara, BPBD Bulungan, Manggala Agni Dinas Sosial Bulungan, PMI Bulungan dan Tagana Bulungan melaksanakan apel gelar pasukan di Mapolres Bulungan dengan kekuatan dan perlengkapan sebagai tahapan manajerial, Rabu (11/11).
Kapolres Bulungan AKBP Teguh Triwantoro melalui Wakapolres Bulungan Kompol Roberto Asfrianza menyampaikan, Bulungan memiliki catatan bencana banjir yang kerap terjadi setiap tahunnya. Sehingga, langkah yang dilakukan dengan kesiapsiagaan menghadapi bencana. Apalagi, berdasarkan keterangan BMKG Kelas II Tanjung Harapan intensitas hujan di akhir tahun meningkat.
“2015 lalu banjir besar terjadi di Bulungan. Kondisi ini membuat aktivitas lumpuh. Menyikapi itu sinergi TNI-Polri dan pemerintah melakukan kesiapsiagaan menghadapi bencana. Dan curah hujan tinggi disertai angin kencang terjadi beberapa hari terakhir,” ucap Kompol Roberto Asfrianza kepada Radar Kaltara kemarin.
Dijelaskan, rangkaian peristiwa yang dapat mengancam dan mengganggu aktivitas kehidupan masyarakat yang disebabkan alam dan nonalam hingga akibat ulah manusia. Bencana yang terjadi mengakibatkan korban jiwa, kerusahakan lingkungan, kerugian harta benda dan dampak psikologis.
Karena itu, diperlukan langkah proaktif dari seluruh stakeholder untuk membantu masyarakat sesuai dengan UU nomor 24/2007 tentang Penggulangan Bencana yang bertujuan memberikan perlindungan kepada masyarakat dari ancaman bencana.
Pihaknya berpesan agar melaksanakan tugas penanganan bencana alam dilandasi keikhlasan sebagai ibadah melaksanakan tugas kemanusiaan. Kemudian, tampilkan sosok penolong dan pelayan masyarakat ketika melaksanakan penanganan bencana sehingga, masyarakat benar-benar merasakan pertolongan dan merasa terlindungi dan terayomi.
Serta, lakukan koordinasi dengan instansi terkait dan pemerintah daerah dan seluruh elemen masyarakat agar menyediakan pos-pos pengungsian, dapur dalam membantu masyarakat yang terkena bencana. “Pembentukan posko, dilihat situasi jika diperlukan akan diadakan bersama personel gabungan,” ujarnya.
Dan bencana alam yang perlu diantisipasi di Bulungan yakni banjir dan tanah longsor. Sementara, untuk kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang menjadi atensi dapat ditangani dengan baik. “Yang sering banjir di Sungai Urang jika intensitas hujan tinggi daerah Tanjung Palas terjadi banjir. Kemudian rawan longsor di Sekatak seperti yang telah terjadi hingga memakan korban jiwa,” tuturnya.
Sementara, Kepala BPBD Bulungan, Ali Patokah menambahkan, fenomena La Nina yang terjadi sejak Oktober hingga Februari mendatang membuat curah hujan meningkat. Kondisi ini dapat menimbulkan banjir, tanah longsor hingga pohon tumbang.
Dengan kondisi ini pihaknya mengingatkan yang harus diwaspadai terjadinya pohon tumbang, banjir dan lonsor di Bulungan. Banjir yang kerap terjadi di Bulungan daerah yang kerap merasakan yakni Desa Peso dan Long Biak. Kemudian, Desa Sepatung, Sekatak Bengarah dan Sekatak Buji. Serta Desa Wonomulyo, Tanjung Agung, Sajau Bungit, Sajau Hilir, Binai. “Terjadi setiap tahun karena hulu berada di Berau. Jika Berau hujan lebat ngalirnya ke kita,” ungkapnya.
Untuk tanah longsor lokasi yang dianggap rawan di jalan trans Kalimantan. Mulai dari Bulungan-Berau dan Bulungan-Tana Tidung. Dan dampak dari La Nina juga membuat sejumlah ruas jalan tertutup pohon tumbang. “Tanah longsor sering di jalan trans Kalimantan. Daerah kita biasanya antara Tanjung Palas dan Tana Tidung yang sering,” pungkasnya. (akz/eza)
Editor : anggri-Radar Tarakan