TARAKAN - Dalam rangka memperingati Hari Pahlawan, sekelompok pemuda pecinta alam melaksanakan pembentangan bendera sepanjang 17x8 meter di Lembah Gunung Selatan, Rabu (10/11). Che Ageng selaku inisiator peringatan Hari Pahlawan dalam kegiatan tersebut mengungkapkan, selain mengibarkan bendera, pihaknya juga memperlihatkan beberapa benda bersejarah yang didapat dari lokasi tempat dijadikan pembentangan bendera.
“Tempat ini ada historisnya dengan kita temukan benda-benda bersejarah dan momen hari ini (kemarin) adalah Hari Pahlawan, makanya kita memilih melakukan pembentangan bendera di sini,” katanya.
Disebutkan Ageng, adapun benda sejarah yang didapatkan pihaknya di Lembah Gunung Selatan yaitu bom jenis mortir yang sudah tidak aktif, kemudian ada bayonet milik tentara Jepang. Dari data sejarah yang dimiliki, dulunya Gunung Selatan bernama Margi. Diduga menjadi tempat perlintasan tentara Jepang dan diduga tempat terjadi pertempuran dengan Sekutu saat Perang Dunia II.
Pihaknya berharap Lembah Gunung Selatan bisa dijadikan tempat wisata alam dan semua benda sejarah yang ditemukan di tempat tersebut bisa dijadikan pajang. Sehingga setiap masyarakat yang ke Lembah Gunung Selatan, bisa mengetahui sejarah dari tempat tersebut juga. “Kita sering buat kegiatan di sini juga dan kita lakukan sekolah alam,” imbuhnya.
Pihaknya berharap, dengan peringatan Hari Pahlawan di tempat yang pernah menjadi tempat pertempuran tentara Jepang, bisa meningkatkan rasa hormat kepada para pahlawan yang sudah gugur untuk membela kemerdekaan. “Tempat ini kita namakan Lembah Gunung Selatan karena posisinya di lembah dan memang tidak ada sinyal di sini,” pungkasnya.
Wakil Ketua Komisi II DPRD Tarakan, Muhammad Yusuf yang ikut dalam kegiatan tersebut mengungkapkan, kegiatan tersebut merupakan reaksi atau bukti peringatan Hari Pahlawan oleh generasi muda saat ini. Khusus sekelompok pencinta alam Kota Tarakan. “Jadi tempatnya tidak seperti biasa yaitu di tengah hutan. Jadi bagaimana kita memadukan makna perjuangan dengan kita mencintai alam,” ungkapnya.
Ditambahkan Yusuf, sudah semestinya para generasi muda saat ini mengekspresikan peringatan Hari Pahlawan dengan melakukan kegiatan positif dan produktif. Sehingga pesan pendiri bangsa bisa dibuktikan oleh generasi saat ini. “Kita melihat benda dan bukti sejarah kalau di tempat ini telah tercipta suatu perjuangan masyarakat pada zaman itu. Ini sejarah yang tidak bisa kita lupakan dalam proses terjadi kemerdekaan, khususnya di Kota Tarakan,” tutupnya. (zar/lim)
Editor : anggri-Radar Tarakan