Lomba balap perahu ketinting di Kecamatan Sekatak, Bulungan memakan korban jiwa, Minggu (26/2). Satu orang peserta meninggal dunia usai mengalami insiden kecelakaan.
Camat Sekatak, Ahmad Safri membenarkan adanya kejadian tersebut. Namun, dirinya mengaku tidak mengetahui pasti kronologi kejadian. “Saya di Tanjung Selor. Saya belum tahu kronologi pastinya,” kata Safri kepada Radar Tarakan, Minggu (26/2).
Informasi yang diterima, kejadian itu terjadi sekitar pukul 12.00 Wita. Kejadian itu bermula saat perahu salah satu perserta bertabrakan dengan peserta lainnya.
“Tetapi, saya belum mendapatkan identitas korban. Karena sampai sekarang ini saya belum mendapatkan konfirmasi dari panitia maupun kepala desa (kades),” bebernya.
Untuk korban, kata Safri, sudah dievakuasi. Dibawa ke rumah duka di Tanjung Palas. “Iya, korban yang meninggal dunia ini orang Tanjung Palas. Informasi dari warga korban sudah di bawa ke rumah duka,” ujarnya.
Menyoal apakah panitia perlombaan sudah mengantongi izin. Safri enggan untuk berkomentar lebih jauh, karena belum mendapat konfirmasi dari panitia.
“Kalau sekarang ini saya belum bisa pastikan. Tetapi, saya yakin penitia sudah mendapatkan izin dari Polsek Sekatak untuk menggelar perlombaan balap perahu ketinting tersebut,” ungkapnya.
Kapolresta Bulungan, Kombes Pol Agus Nugraha melalui Kapolsek Sekatak AKP Yulius Heri Subroto mengatakan, berdasarkan keterangan saksi saat kejadian itu ada lima peserta yang mengikuti balapan perahu. “Waktu mulai balapan mesin ketinting milik korban macet,” bebernya.