Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Bandara Hijau di Kaltara, Targetkan Groundbreaking Awal 2024

izak-Indra Zakaria • Kamis, 28 Desember 2023 - 19:04 WIB
Zainal A Paliwang
Zainal A Paliwang

Pembahasan rencana pembangunan bandara hijau atau green airport di Kalimantan Utara (Kaltara) telah dilakukan di tingkat pusat oleh Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) dengan Perdana Menteri (PM) Kanada.

Gubernur Kaltara, Zainal A Paliwang mengatakan, untuk saat ini Detail Engineering Design (DED) rencana pembangunan bandara hijau tersebut tengah disusun. Sedangkan untuk feasibility study (FS) dari rencana ini sudah selesai.

“Ini sedang kita susun DED-nya. Kita rencanakan di awal tahun 2024 sudah dilakukan peletakan batu pertama (groundbreaking) pembangunan bandara hijau ini,” ujar Gubernur Kaltara.

Adapun untuk lokasi pembangunan bandara hijau tersebut direncanakan di antara Tanjung Selor Ibu Kota Kaltara dengan Kawasan Industrial Park Indonesia (KIPI) yang sekarang lebih dikenal dengan sebutan Kawasan Industri Hijau Indonesia (KIHI) Tanah Kuning-Mangkupadi. 

Mantan Wakapolda Kaltara ini juga menyebutkan bahwa lahan yang nantinya dibutuhkan untuk tempat pembangunan bandara hijau ini tentunya cukup luas. Sebab, khusus untuk runway atau landasan pacu dari bandara itu sana akan disiapkan sekitar 4 ribu meter.

“Untuk runway saja itu kita siapkan lebih kurang 4 ribu meter. Itu panjang runway saja. Jadi bisa diprediksi berapa luasnya nanti,” katanya.

Sebelumnya, Gubernur mengatakan, pembahasan soal rencana pembangunan bandara hijau di Kaltara itu dilakukan Presiden RI dan MP Kanada bersama dengan pembahasan Ibu Kota Nusantara (IKN) di Kalimantan Timur (Kaltim).

“Mungkin ini nanti akan jadi bandara pertama di Indonesia yang menggunakan konsep green,” tutur Gubernur. Jika tak ada perubahan, Zainal menyebutkan bahwa bandara hijau itu nanti akan dibangun di sekitar kawasan jalan pendekat dari Tanjung Selor ke Tanjung Palas Timur yang lebarnya 40 meter yang sekarang ini sedang dikerjakan.

“Kalau saya maunya itu dapat dibangun secepatnya, supaya kita juga punya bandara yang megah dan representatif. Kemudian yang tak kalah pentingnya juga bisa langsung melakukan aktivitas ekspor dan impor,” sebutnya.

Adapun rencana bandara hijau yang akan dibangun di wilayah provinsi ke-34 Indonesia ini nantinya bisa didarati oleh boeing jenis apa saja. Sebab, panjang runway dari bandara tersebut nantinya direncanakan sepanjang 4 ribu meter. (*/dkisp)

Editor : izak-Indra Zakaria