TARAKAN – Jual beli tempat yang selama ini dilakukan para calo di kapal Pelni, bakal tidak ada lagi. PT Pelni menerapkan satu penumpang satu tempat tidur mulai 1 Agustus tahun ini.
“Demi peningkatan pelayanan kepada penumpang kapal Pelni,” ujar Kepala PT Pelni Cabang Tarakan Haeru Rizal. Dalam penerapannya, lanjut Haeru, penumpang bisa memesan tiket lebih awal untuk menentukan dek maupun tempat tidur yang diinginkan. “Misalnya, saya kepenginnya di lorong, atau saya enggak mau di dekat baling-baling, saya mau di depan,” ujarnya.
Dengan kebijakan tersebut, kata dia, kapal akan mengangkut penumpang sesuai kapasitas. Untuk dua kapal Pelni yang melayani tujuan Tarakan, KM Lambelu dan KM Bukit Siguntang masing-masing berjapasitas 1.995 tempat tidur. Ada pengurangan hampir 45 persen dari kapasitas sebelumnya yang sebanyak 3.326 tempat tidur.
Haeru menegaskan, kebijakan tersebut tidak memengaruhi harga tiket. Dia juga mengatakan, jika masih ada oknum yang menjual tempat, penumpang bisa melaporkan kepada petugas keamanan. Pihaknya juga bekerja sama dengan TNI AL untuk membantu pengamanan saat kapal Pelni sandar di pelabuhan.
Petugas keamanan dari marinir berjumlah lima orang yang berkeliling memantau kondisi keamanan di dalam kapal. Haeru memastikan petugas keamanan akan cepat merespona keluhan penumpang.
“Setiap ada kedatangan kapal, baik Lambelu maupun Siguntang, dengan perintis, pasti ada tenaga-tenaga pengamanan dari Marinir saya pakai,” ujarnya. (mrs/fen)
Editor : izak-Indra Zakaria