Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

HOROR..!! Tanah Bergeser seperti Likuifaksi

izak-Indra Zakaria • 2019-10-31 11:06:39

TANJUNG SELOR – Video pergeseran tanah di areal tambang batu bara PT Pipit Mutiara Jaya yang berlokasi di Site Bebatu, Kabupaten Tana Tidung (KTT), heboh di media sosial, Rabu (30/10).

Di video yang berdurasi 21 detik, itu pergeseran tanah terjadi begitu cepat. Ada 6 unit alat berat yang tertimbun akibat kejadian itu. Pergeseran tanah itu mirip fenomena likuifaksi yang terjadi di Petobo, Sulawesi Tengah, beberapa waktu lalu.

Informasi yang diperoleh media ini, kejadian itu berlangsung pada Selasa (29/10), sekira pukul 08.15 Wita. Tanah yang bergeser tersebut merupakan jalan tambang dari disposal menuju pit 9 utara.

Perwakilan PT Pipit Mutiara Jaya, Jimmy menegaskan bahwa kejadian tersebut bukan tanah longsor seperti yang beredar luas. Namun, jalan yang biasa digunakan untuk membawa alat berat terputus.

“Tiba-tiba putus jalannya. Dan, memang kejadian itu baru pertama kali ini terjadi,” ujarnya saat dikonfirmasi media ini.

Dia juga mengatakan bahwa lokasi tersebut merupakan area rawa. Sehingga, sangat mudah ambles. Dan, dirinya pun menegaskan bahwa kejadian tersebut bukan likuifaksi.

“Saya rasa itu bukan likuifaksi. Jalannya itu ambles. Lebar jalan 30 meter dan putus sampai 200 meter. Kami belum mengetahui penyebabnya,” ujarnya.

Dari kejadian tersebut, dia memastikan tidak ada korban jiwa. Namun, dia mengakui ada 6 unit kendaraan perusahaan tertimbun. “Kami belum bisa menghitung kerugian,” sambungnya.

Sementara itu, Kapolres Bulungan AKBP Andrias Susanto Nugroho melalui Kapolsek Sesayap Hilir Ipda Marzuki, mengungkapkan pihaknya baru menerima informasi pada malam hari setelah peristiwa tersebut terjadi.

“Saya sudah konfirmasi ke manajemen perusahaan, mereka tidak mau memberikan data secara detail,” ujarnya.

Menurutnya, pihak perusahaan terkesan menutupi kejadian itu. Pasalnya, sampai saat ini pihaknya belum mendapatkan informasi terbaru soal peristiwa tersebut. “Anggota masih melakukan penyelidikan di lapangan,” imbuhnya.

Terpisah, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kaltara Moh. Pandi juga belum mengetahui dengan jelas kejadian tersebut.

Dia juga mengatakan, selama ini di Kaltara tidak pernah terjadi pergeseran tanah seperti di lokasi perusahaan tambang batu bara itu. “Sepengetahuan saya, di Kaltara tidak ada. Bahkan, cerita-cerita mengenai hal (likuifaksi, Red) itu juga tidak pernah ada,” ujarnya.

Untuk diketahui, kejadian tersebut saat ini sedang diinvestigasi tim dari Dinas Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Kaltara, termasuk 2 orang personel Kementerian ESDM, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kaltara dan Kabupaten Tana Tidung. Namun, Kepala Dinas ESDM Kaltara saat dihubungi melalui sambungan telepon, belum merespons. (*/fai/fen)

Editor : izak-Indra Zakaria
#Peristiwa #Seputar Kaltara