Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Latihan Praktek Pelayaran Prajalasesya Bagi Taruna, Jadi Penentu Korps TNI AL

izak-Indra Zakaria • 2021-03-26 20:13:39
TINGGALKAN TARAKAN: KRI Surabaya-591 yang masih bersandar di Mako Lantamal XIII Tarakan sebelum bertolak kembali ke Surabaya, Kamis (25/3).
TINGGALKAN TARAKAN: KRI Surabaya-591 yang masih bersandar di Mako Lantamal XIII Tarakan sebelum bertolak kembali ke Surabaya, Kamis (25/3).

TARAKAN – Sebanyak 129 taruna dan taruni Akademi Angkatan Laut (AAL), selama berada di Tarakan diberikan pembekalan oleh Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda). 

Taruna AAL Tingkat I angkatan 69 pun lakukan Latihan Praktek Prajalasesya dan diberikan arahan oleh Komandan Pangkalan Utama TNI AL (Danlantamal) XIII Tarakan, Laksamana Pertama TNI Haris Bima Bayuseto.

“Kami sudah sampaikan kepada taruna, untuk selalu menerapkan pola hidup disiplin. Baik dari segi kegiatan ketarunaan, belajar maupun disiplin pola makan serta istirahat,” ucap Haris, , Kamis (25/3).

Menurutnya, kekompakan para taruna dianggap penting selama mengikuti Latihan Praktek Pelayaran Prajalasesya. Latihan tersebut merupakan salah satu penentu korps TNI AL. Agar nantinya, saat lulus menempuh pendidikan taruna AAL menjadi perwira yang handal.

“Agar ikuti kegiatan ini dengan baik dan maksimal. Sehingga dapat diandalkan oleh dinas dan menjadi perwira yang membanggakan diri sendiri, keluarga, TNI AL, TNI, bangsa dan negara,” harapnya. 

Diketahui, tak hanya Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) Dewa Ruci yang membawa taruna AAL, KRI Surabaya-591 turut membawa taruna AAL sebanyak 79 taruna. Tampilan KRI Surabaya-591 turut menyita perhatian karena ukuran kapal yang besar. Sayangnya kapal terbesar milik TNI AL ini tidak melakukan open ship untuk masyarakat. Kini kedua kapal kebanggaan warga Indonesia sudah bertolak ke Surabaya.

Komandan KRI Surabaya-591, Letkol Laut (P) Agus Supriyo menjelaskan, kapal memiliki panjang 122 meter dan lebar 22 meter. Kapal dengan GT 11 ribu ton ini hanya mampu berlayar dikedalaman di atas 10 meter dari permukaan laut.

“Di sini (KRI Surabaya-591) bisa menampung 2 helikopter, 22 tank dan 13 kendaraan. Personil yang ada 155 prajurit. Dengan status kapal, siap operasi. Untuk prajurit secara akomodasi bisa menampung sekitar 675 prajurit. Karena sebagai kapal markas komando, dilengkapi pusat informasi serta persenjataan,” ungkapnya.

KRI Surabaya-591 yang diresmikan tahun 2007 lalu, mendukung Operasi Militer Selain Perang (OMSP). Biasanya mengangkut bantuan bencana alam maupun digunakan untuk kegiatan VIP.

Rencananya, lanjut Agus, kapal ini akan digunakan sebagai pengirim pasukan TNI ke Lebanon. Namun karena ada perbaikan, operasi tersebut terhenti. “KRI Surabaya ini jenisnya tipe kelas Landing Platform Dock (LPD). Termasuk KRI Makassar, KRI Banda Aceh, KRI Semarang dan KRI Banjarmasin. Tapi ini dijadikan sebagai kapal matkas komando,” pungkasnya. (sas/uno)

Editor : izak-Indra Zakaria
#Seputar Kaltara