TARAKAN – Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) jenjang Sekolah Menengah Atas (SMA) dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) sederajat telah dimulai Kamis (3/6). Namun pelaksanaan di hari pertama kemarin menuai kendala.
Karena pendaftaran dibuka secara online, kelancaran sangat tergantung pada jaringan internet. Namun, yang terjadi, sejumlah orang tua calon siswa mengeluh tidak bisa mengakses website pendaftaran karena gangguan pada jaringan wifi.
Kendala itu diungkapkan Kepala SMA Negeri 1 Tarakan Weti Heri Murtiningrum setelah mendapat laporan dari orang tua siswa melalui layanan penguan yang dibuka SMAN 1 Tarakan melalui pesan WhatsApp.
“Ada sedikit gangguan ini dari Indihome, sehingga mereka tidak bisa mengakses melalui wifi. Tapi kalau pakai paket data itu kok mereka bisa, ada keluhan seperti itu,” ujar Weti Heri Murtiningrum, Kamis (3/6).
Tidak hanya orang tua calon siswa, Weti mengakui petugas operator di SMAN 1 Tarakan juga tidak bisa mengakses dengan menggunakan jaringan wifi. Sehingga terpaksa menggunakan paket data.
Persoalan inipun telah disampaikan pihaknya kepada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kalimantan Utara untuk ditindaklanjuti.
Beruntung belum banyak pendaftar di hari pertama. Weti memperkirakan penyebabnya selain kemungkinan karena kendala jaringan pada wifi, calon siswa juga masih menunggu pengumuman kelulusan.
Untuk menganstisipasi orang tua ataupun calon siswa yang kesulitan mendaftar melalui online, pihaknya menyiapkan layanan melalui WhatsApp untuk memberikan bimbingan, sehingga mereka tidak perlu ke sekolah untuk menghindari kerumunan.
SMAN 1 Tarakan sendiri pada tahun ajaran baru nanti menerima 360 siswa yang terbagi dalam 10 rombongan belajar, setiap ruangan diisi 36 siswa.
Pendaftaran dibuka mulai 3-20 Juni mendatang. SMAN 1 Tarakan membuka jalur zonasi sebesar 60 persen dari jumlah siswa yang diterima, jalur afirmasi sebesar 30 persen, dan masing-masing 5 persen untuk jalur prestasi dan perpindahan tugas orang tua calon siswa.
Karena waktu pendaftaran yang panjang, Weti berharap calon peserta didik dapat mempersiapkan berkas pendaftaran untuk memudahkan dalam mendaftar.
“Saya berharap siswa atau orang tua yang mau mendaftarkan putra-putrinya itu mestinya semua dulu berkasnya dilengkapi baik itu KK, apapun yang dipersyaratkan, SKL dan sebagainya, itu sudah siapkan barulah mulai mendaftar, sehingga ketika mulai membuka aplikasi, mengklik dan sebagainya, mengikuti urutannya, ketika diminta upload KK sudah siap,” harapnya.
Sementara itu, kendala jaringan wifi juga sempat dirasakan pada pelaksanaan PPDB di SMKN 1 Tarakan. Sementara untuk paket data berjalan lancar.
“Kita cek di Indihome kita juga sedikit ada masalah. Jadi penggunaan paket data bisa,” ujar Kepala SMKN 1 Tarakan Aliyas Imran.
Di luar kendala jaringan wifi, Aliyas Imran memastikan tidak ada kendala. Adapun untuk mengantisipasi orang tua atau calon siswa yang kesulitan mendaftar melalui website, pihaknya sudah menugaskan tim yang akan menjelaskan petunjuk teknis mendaftar melalui sip-ppdbku.com.
Sebagaimana di SMAN 1 Tarakan, pendaftar di hari pertama di SMKN 1 Tarakan juga belum banyak. Alias Imran memperkirakan penyebabnya kemungkinan karena calon siswa juga masih menunggu pengumuman kelulusan untuk melengkapi dokumen persyaratan. Kemungkinan pendaftar mulai banyak setelah tanggal 7 Juni.
SMKN 1 Tarakan tahun ini menerima 396 siswa yang terbagi dalam 11 rombongan belajar. Penerimaan dibuka dengan tiga jalur, yakni umum atau reguler sebesar 60 persen, jalur warga miskin (gakin) 30 persen dan jalur domisili terdekat sebesar 10 persen.
Terkait kendala jaringan wifi, Kepala Cabang Disdikbud Kaltara Wilayah Tarakan Akhmad Yani membenarkannya. Namun pihaknya sudah berkoordinasi dengan Telkom untuk membenahi jaringan.
“Persoalan yang berkenaan dengan jaringan melalui wifi, ternyata sudah clear, sudah bisa diakses. Sudah kita koordinasikan, sudah bisa teratasi,” ujar Akhmad Yani dikonfirmasi melalui telepon genggamnya.
Namun mantan Kepala SMPN 1 Tarakan tidak mengetahui persis penyebab gangguan jaringan pada wifi karena sudah masuk teknis. (mrs)
Editor : izak-Indra Zakaria