TANJUNG SELOR - Menteri Pertanian Republik Indonesia (Mentan RI) Dr H Syahrul Yasin Limpo bersama seluruh jajarannya, mengunjungi Kabupaten Bulungan, Kaltara (11/9). Membawa personel lengkap, Mentan RI berikan masukan dan target untuk Pemprov Kaltara serta Kabupaten Bulungan, dalam melakukan pengembangan pertanian di Bulungan.
Dalam kunjungan kemarin, Mentan mengawalinya dengan mengunjungi Bulungan Mandiri Farm, lokasi peternakan Kambing Boer di Desa Apung. Namun sebelum meninjau lokasi penernakan untuk melihat cempe atau anak kambing berusia 2 bulan, Mentan lebih dulu memimpin panen tanaman indigofera.
Dalam kesempatan itu, Syahrul juga menyerahkan bantuan program kepada Pemprov Kaltara yang dikhususkan pada bidang tanaman pangan, hortikultura, perkebunan, peternakan dan kesehatan hewan, sarana dan prasarana pertanian, serta ketahanan pangan. Jumlah bantuan yang diberikan sebesar Rp 16.912.307.000.
Dalam kunjungan singkatnya ke Bulungan, Syahrul juga menyempatkan untuk melepas ekspor lada asal Kaltara sebanyak 28 ton atau senilai Rp 1,26 miliar ke Vietnam. Kepada awak media, Syahrul mengatakan, Kaltara khususnya Bulungan, memiliki sumber daya alam (SDM) yang melimpah. Utamanya di sektor pertanian, perkebunan dan lainnya. SDA yang melimpah itu bisa dimaksimalkan komitmen membangun daerah serta kekuatan jaringan dalam pengembangannya.
"Harus digas full. Mumpung memiliki segalanya, makanya bisa digas," katanya di sela-sela kunjungannya (11/9). Ia menegaskan, daerah tidak boleh menghayal. Untuk itu, ia memberikan kesempatan kepada Pemprov Kaltara dan Pemkab Bulungan, untuk bisa melakukan komunikasi intens dengan jajaran dirjen, kepala badan, serta direktur yang ada di Kementerian Pertanian.
"Silakan gubernur dan bupati, langsung berkonsultasi. Mumpung saya membawa seluruh personel Kementerian Pertanian. Dan saya juga minta, seluruh dirjen hingga direktur di Kementan untuk men-follow up apa yang menjadi penyampaian daerah," katanya.
Kaltara sendiri memiliki banyak potensi yang tidak kalah dengan daerah lain. Dirinya pun meminta Gubernur Kaltara dan Bupati Bulungan agar menyiapkan lahan yang siap dibangun sebagai kawasan pertanian. Dirinya berharap agar lahan yang luas di Kaltara digarap maksimal menjadi kawasan pertanian. Dari pengamatannya di Bulungan, Syahrul menilainya cocok untuk pengembangan peternakan, perkebunan, tanaman pangan, dan buah-buahan.
"Saya minta, disiapkan laha untuk demplot sebanyak 20 hektare. Kemudian dilakukan eksisting untuk memperkuatnya. Dan saya juga minta dibuatkan program demonstrasi usaha tani-nelayan berkelompok atau demfarm, bisa ditunjuk lahannya, apakah sekitar Polda, atau Kantor Gubernur minimal 50 hektare," sebut dia.
Syahrul juga menyampaikan, petani dan peternak di Kaltara bisa memaksimalkan program kredit usaha rakyat (KUR) yang dicanangkan Presiden RI Joko Widodo. Agar Kaltara menjadi kekuatan baru, khususnya sektor pertanian dan ekonomi. "Dana KUR yang kita turunkan ratusan miliar. Secara terukur agar disikapi oleh gubernur dan dari Kementerian akan melakukan asistensi," jelasnya. (fai/udi)
Jadi Percontohan, Berikan 10.000 Bibit Kambing
Peternakan Bulungan Mandiri Farm (BMF) yang mengembangbiakkan kambing boer dengan penerapan teknologi, menarik perhatian Menteri Pertanian RI Syahrul Yasin Limpo.
Menurut pemilik Bulungan Mandiri Farm, Cheito Karno atau Ashe, pengembangan peternakan kambing boer di Bulungan bertujuan untuk membantu program Pemkab Bulungan dan Pemprov Kaltara, khususnya di sektor peternakan untuk mewujudkan kedaulatan pangan di sektor daging.
"Belum ada yang menggunakan teknologi peternakan seperti ini," ungkapnya, Sabtu (11/9).
Ashe yang memprakarsai peternakan tersebut, memang sengaja memilih jenis kambing boer. Alasannya, jenis itu merupakan kambing pedaging. Asalnya dari Afrika Selatan yang diimpor melalui Australia sebelum masuk ke Indonesia melalui Jakarta dan Surabaya.
"Kambing ini kami datangkan dari Blitar yang memang daerah peternakan kambing boer. Kami ingin ini menjadi pilot project di Bulungan dan Kaltara," kata dia.
Sebelum berdirinya peternakan ini, dirinya melakukan konsultasi dengan Bupati Bulungan Syarwani dan Wakil Bupati Bulungan Ingkong Ala, hingga akhirnya bupati dan wakil bupati yang memberikan nama peternakannya Bulangan Mandiri Farm.
"Bulungan Mandiri Farm berdiri pada Februari 2021 dengan penyiapan lahan seluas 4 hektare. Setengah hektare kami siapkan untuk kandang dan rumah jaga, lalu 2,5 hektare untuk tanaman rumput pakchong dan 1 hektare lagi kami tanamani indigofera," sebutnya.
Kata dia, 2 jenis tanaman itu menjadi andalan pakan ternaknya, karena miliki nutrisi yang sangat tinggi. Rumput pakchong memiliki kandungan protein sebesar 16,45 persen dan tananam indigofera sebesar 27 persen. Untuk itu pihaknya akan mengedukasi peternak jika ingin mengembangkan usaha, harus menyiapkan bahan pakan terlebih dahulu.
Kambing boer yang ada saat ini, datang ke kandang baru pada bulan Juni lalu. Dengan populasi betina F1 Cross Boer sebanyak 76 ekor dan pejantannya ada 5 ekor. Beratnya sendiri untuk F1 bisa mencapai 120 kilogram.
Adapun keunggulan kambing ini tidak rewel soal pakan dan semua jenis pakan bisa dikonsumsinya. Jumlah karkasnya sendiri itu sekitar 40 hingga 60 persen dari berat tubuh, serta memiliki daya tahan tubuh yang tinggi.
"Jadi populasi kita baru sekitar 80 ekor, ke depannya kandang kita bisa menampung sekitar 450 ekor dengan stok pakan saat ini bisa memenuhi 450 ekor ternak," paparnya.
Ashe menambahkan, saat ini pihaknya belum berpikir untuk memasarkannya, tapi fokus pada pengembangan sembari membantu peternak lain dengan anakannya.
"Saat kita punya mitra 10 yang tersebar di beberapa kecamatan," ujarnya.
Sementara itu, Mentan Syahrul Yasin Limpo beranggapan, peternakan tersebut masih perlu dikembangkan. Sebab saat ini hanya terdapat 80 ekor. Padahal dapat dikembangkan hingga ratusan ekor.
"Saya ingin apresiasi pemilik mengambil inisiatif dalam upaya mencapai visi dan misi pangan, salah satunya di sini. Ini menjadi model, pengelola kambing secara konvensional," terangnya.
Ia menegaskan, pemilik peternakan harus bisa mencapai target 200 ekor di bulan berikutnya. Sebab hal ini menjadi salah satu dorongan dalam pengembangannya.
"Nanti kami dari Kementan RI berikan 10.000 bibit kambing. Dengan harapan bisa dikembangbiakkan," katanya.
Kembangkan Demplot dan Demfarm
Sebagai mantan Gubernur Sulawesi Selatan 2 periode, Syahrul Yasin Limpo juga meminta seluruh stakeholder yang ada di Kaltara, bahu-membahu melaksanakan pengelolaan demplot dan demfarm.
Kata dia, semasa memimpin Sulsel, seluruh unsur di daerah melaksanakan pengelolaan pertanian. Baik itu demplot maupun demfarm.
"Saat saya menjadi Gubernur, kami bekerja sama dengan TNI AD mengurus padi. Kemudian kepolisian mengurus jagung. Untuk Angkatan Laut mengurus rumput laut. Serta Angkatan Udara (AU) mengurus sapi," sebut dia, Sabtu (11/9).
Menurutnya, hal itu juga bisa diterapkan di Kaltara. Apalagi, luas wilayah dan lahan pertanian, peternakan, serta perkebunan masih sangat melimpah. Sumber daya alam atau SDA di Kaltara juga memungkinkan untuk mengelola demplot dan demfarm.
"Seperti itu yang harus dilakukan juga di Kaltara," katanya.
"Terkait peternakan sendiri, saya juga sudah tegaskan, agar bisa ditingkatkan menjadi 200 titik peternakan di Kaltara, khususnya di Kabupaten Bulungan," tambahnya.
Sementara itu, Gubernur Kaltara Zainal Arifin Paliwang mengatakan, pihaknya akan menyiapkan apa yang diminta Mentan RI. Seperti penyediaan pengelolaan peternakan sebanyak 200 titik di Bulungan dan lainnya.
"Beliau memerintahkan membuat 200 tempat peternakan kambing, kita akan siapkan semua," ujarnya.
Pemprov Kaltara bersama Pemkab Bulungan, akan menyiapkan lahan dan pakan untuk menunjang hal itu. Termasuk (hasil buah) durian, nanti akan diupayakan pengemasannya lebih menarik. Serta pengelolaan buah lokal di Kaltara. Begitu juga lada, akan dibuat pabrik serta pengemasan dengan baik,” jelasnya.
"Kita akan lakukan yang terbaik. Dan akan kita laporkan ketika semuanya sudah terlaksana," sambungnya.
Selain Zainal, Bupati Bulungan Syarwani yang juga ikut mendampingi Mentan RI memberikan apresiasi akan kunjungan itu.
Ia mengatakan, pengembangan pertanian maupun peternakan ini sejalan dengan visi dan misinya. Oleh karena itu, dirinya mengapresiasi pengembangan yang dilakukan BMF.
“Saya berharap BMF ini bisa menjadi model bagi peternak yang masih konvensional,” harapnya.
Melalui kunjungan Mentan ini, Pemkab Bulungan berharap ada perhatian khusus terhadap pengembangan kawasan pangan di Bulungan. “Kawasan pangan ini akan kita kolaborasikan dengan KIPI (Kawasan Industri dan Pelabuhan Internasional) Tanah Kuning-Mangkupadi,” ujarnya. (fai/udi)
Editor : izak-Indra Zakaria