Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Alat Baru Siap Pantau Rukhyatul Hilal di Tarakan

uki-Berau Post • 2022-03-18 11:30:58
ilustrasi
ilustrasi

TARAKAN - Sesuai dengan intruksi dari Kementerian Agama RI, penentuan Rukyatul Hilal untuk awal Ramadhan 1443 H nanti akan dilakukan pada 1 April mendatang. Selain tim dari Kementerian Agama Tarakan, juga akan dihadiri ormas islam, seperti MU, MUI, NU, Wahdah Islamiyah,  LDII,  Muhammadiyah maupun pewakilan dari Pemkot Tarakan. 

Kepala Kemenag Tarakan, Shaberah mengatakan, dalam pelaksanaan Rukhyatul Hilal ini nanti, cuaca paling menentukan. Jika ada yang melihat bulan pada 1 April nanti, berarti awal Ramadhan ditentukan pada keesokan harinya, bersamaan dengan Muhamadiyah yang sudah menentukan tanggal 2 April dimulai puasa. "Kalau memang hilal itu ada, mudahan kelihatan," katanya, Rabu (16/3).

Di Tarakan sendiri, selama beberapa kali dilakukan Rukyatul Hilal belum pernah ada yang melihat bulan, karena keterbatasan alat. "Sedikit demi sedikit sudah dilengkapi pusat. Kami baru mendapatkan alat theodolit dari Kanwil, biar nanti ketika dilihat pas ke titik hilalnya. Kalau teropong sudah ada kita punya," tegasnya.

Selain kondisi cuaca, lanjut Shaberah, untuk geografis di Tarakan juga mempengaruhi tidak terlihatnya hilal. Terlebih jika awan tebal menutupi bulan di sebelah barat. Menentukan hilal paling tepat, memang sebaiknya dari lautan lepas.

Sementara di Tarakan, lokasi paling baik untuk pelaksanaan Rukyatul Hilal hanya di Taman Berlabuh. Sebelumnya pernah dicoba di Mako Satradar 225, masih juga tidak bisa terlihat bulan. "Kalau untuk seluruh Indonesia, ada daerah tertentu yang seperti di Pantai Anyer dan Sukabumi misalnya, daerah lautan lepas yang kemungkinan bisa melihat hilal," ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Tarakan, Sulam Khilmi menegaskan, sebagai tim teknis mendukung pelaksanaan hilal di Kemenag. Alat Theodolit yang baru dimiliki Kemenag Tarakan nanti, akan meneropong tinggi hilal.

"Kami akan menjadi tim teknis disana untuk mendukung Rukyatul Hilal yang akan dilaksanakan Kemenag Tarakan. Estimasi ketinggian hilal, sesuai perhitungan BMKG, pada 1 April nanti sekitar 1,5 derajat," sebutnya.

Sedangkan dari sisi cuaca, dari perkiraan sementara diprediksikan pada Maret dan April ini memasuki periode transisi, masuk periode pancaroba. Banyak cuaca ekstrim yang mungkin terjadi. Seperti sering adanya hujan dengan intensitas tinggi disertai angin kencang dan gelombang tinggi. "Ada potensi cuaca hujan dan berawal di hari Rukyatul Hilal. Karena, dengan memasuki masa pancaroba, berpotensi meningkatkan pertumbuhan awan hujan di Kaltara," imbuhnya.(sas)

Editor : uki-Berau Post
#ragam