Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Ada 6.983 Patok Perbatasan, Masih Ada Ribuan Lagi yang Belum Dicek

izak-Indra Zakaria • 2022-05-11 20:29:59
JAGA PERBATASAN: Patroli prajurit Satgas Pamtas RI - Malaysia Yonarmed 18 Komposit Buritkang di hutan Krayan Kabupaten Nunukan.
JAGA PERBATASAN: Patroli prajurit Satgas Pamtas RI - Malaysia Yonarmed 18 Komposit Buritkang di hutan Krayan Kabupaten Nunukan.

NUNUKAN – Prajurit yang bertugas menjaga batas negara, memastikan patok perbatasan utuh dan berada dikoordinat yang tepat.

Perjuangan prajurit yang harus mendaki tebing terjal dengan hambatan ngarai, jurang dan sungai berarus deras. Hal itu menjadi tradisi setiap Satgas Pamtas RI – Malaysia, yang ditempatkan di Kabupaten Nunukan.

Dansatgas Pamtas RI–Malaysia Yonarmed 18 Komposit Buritkang Letkol Arm Yudhi Ari Irawan mengatakan, setiap prajurit akan menerima pembekalan mental. Agar siap dalam menghadapi kondisi yang biasa terjadi di luar nalar, saat berada di kedalaman hutan. 

“Setiap berangkat, semua mendapat pembekalan mental sesuai agama yang dianut. Pembekalan diberikan untuk lebih menguatkan mental prajurit dan lebih matang. Dalam menjalankan tugas patroli patok perbatasan di dalam hutan,” terangnya, Selasa (10/5).

Kendala inipun dirasakan pasukan Yonarmed 18 Komposit Buritkang, yang berpatroli di medan terberat Nunukan, yakni di Pos Lumbis. Salah seorang prajurit harus menyeberangi sungai berarus deras tanpa bantuan apapun.

“Karena arus sungai cukup deras, pelatihan standar menyeberangi sungai dengan alat tidak dipakai. Prajurit langsung menceburkan diri melawan arus,” ujarnya.

Ada 6.983 patok perbatasan yang harus dipatroli Satgas Pamtas RI–Malaysia Yonarmed 18 Komposit Buritkang, yang bertugas di 29 pos. Dengan medan berat, dan kondisi pandemi Covid-19, Yonarmed 18 Komposit menyelesaikan patroli dengan jumlah 5.521 patok. 

Namun, masih ada 1.352 patok batas lagi yang belum terpatroli. Kendala tersebut, terjadi akibat sejumlah faktor. Diantaranya, dua pos Satgas di wilayah Malaysia, masing-masing Pos Gabma Ba’kelalan dan Pos Gabma Seliku. Tidak ditempati pasukan akibat pandemi Covid-19.

Dijelaskan, Pos Gabma Ba’kelalan bergabung dengan pos Satgas Pamtas di Long Midang, dataran tinggi Krayan. Sementara Pos Gabma Seliku, bergabung dengan Pos Labang di wilayah Lumbis.

Ada 305 patok yang menjadi tugas Pos Ba’kelalan dan 465 patok yang menjadi tugas pos Gabma Seliku. Helikopter yang dijadwalkan melakukan Dorlog untuk pasukan patroli Pos Lumbis, dalam kondisi maintenance. Alhasil, pasukan patroli diperintahkan kembali sebelum kehabisan logistik.

Wilayah patroli tersebut, merupakan wilayah blank spot area, bahkan telepon satelit tidak berfungsi. “Patok batas negara sudah disetujui dua negara, Indonesia dan Malaysia. Meski tidak sempat dipatroli, koordinat sudah terpetakan,” ungkap Yudhi.

Data Satgas Pamtas RI – Malaysia, Yonarmed 18 Komposit Buritkang mencatat. Dari 5.521 patok yang sudah dipatroli, terdiri dari patok tipe A (7 patok), tipe B (27 patok), tipe C (295 patok) dan tipe D (5.192 patok).

Patok dalam kondisi baik (5.118 patok), miring (156 patok), rusak (10 patok), patah (4 patok), roboh (31 patok), dan tertimpa pohon (21 patok). Patok tidak ditemukan 178 patok dan tenggelam ada 3 patok.

“Kerusakan patok akibat cuaca. Ada yang tertimbun longsor dan sebab lain. Tak kami temukan ada kerusakan akibat human error atau kesengajaan. Kami sudah laporkan ke komando atas,” tutur Yudhi. (*/dzl/uno) 

Editor : izak-Indra Zakaria
#Seputar Kaltara