TANJUNG SELOR – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bulungan berupaya mempercepat kemajuan dan pelaksanaan desa yang berkelanjutan. Sekaligus meningkatkan pemberdayaan desa melalui teknologi informasi.
Berbagai layanan administrasi desa akan lebih mudah dilakukan jika berbasis digitalisasi. Hal itu disampaikan Bupati Bulungan Syarwani saat launching program Transfer Anggaran Berbasis Ekologi (TAKE) melalui digitalisasi penilaian mandiri.
“Dari 15 program prioritas Kabupaten Bulungan. TAKE menjadi salah satu program prioritas. Termasuk juga eko wisata berbasis lokal dan destinasi wisata,” terang Syarwani, Senin (30/5).
Dengan harapan, program berbasis aplikasi ini bisa ditularkan dengan desa yang lainnya. Dengan menghadirkan desa inovatif, yang terintegrasi melalui digitalisasi.
“Desa yang berbasis aspek digitalisasi, tentu pemakluman dengan kondisi desa yang belum terpenuhinya kebutuhan jaringan. Karena pengelolaan desa sudah mengarah pada basis digitalisasi,” ungkapnya.
Menurut Syarwani, teknologi menjadi sebuah kebutuhan dan tuntutan tiap desa. Kemudahan teknologi harus menyesuaikan dengan keadaan saat ini. “Apalagi kita memiliki potensi yang bisa dieksplor melalui digitalisasi. Ini perlu dipikirkan, tinggal pemetaan terhadap desa yang belum maksimal terkait ketersediaan jaringan,” tutur Syarwani.
Bahkan, potensi alam yang dimiliki juga butuh komitmen. Serta menjadikan kawasan destinasi wisata di desa, memberikan dampak multiplayer efek bagi masyarakat. Seperti Desa Pimping, bisa menjadi desa budaya. Lalu, hutan lindung di Desa Sajau.
“Ini bisa disinkronkan dengan program yang ada. Diharapkan ada produk yang dimiliki. Setiap desa satu produk, sehingga menjadi ikon setiap desa di Bulungan,” harap Syarwani. (uno2)
Editor : uki-Berau Post