WARGA Tideng Pale di Jalan Jendral Sudirman, Kabupaten Tana Tidung (KTT), digegerkan dengan penemuan seorang pemilik salon berinisial SR yang nekat mengakhiri hidup dengan gantung diri.
Penemuan jasad SR bermula dari kecurigaan tetangga sekitar salon, yang berjualan kue. Pasalnya, korban biasanya bangun pagi sekitar pukul 07.00 Wita, untuk pergi kue. Akan tetapi, pada Rabu (21/12), tetangga sekitar mencurigai korban tidak bangun dan membuka salonnya.
Perilaku yang tidak biasa tersebut, membuat tetangganya menaruh curiga. Kemudian mereka berinisiatif melihat ke kontrakan korban, dengan mengintip lewat jendela. Warga pun terkejut, korban gantung diri dengan seutas tali di lehernya dan kursi yang berada tepat di bawahnya.
Dikatakan salah seorang rekan korban, Nabila, awal mula ditemukan SR dari kecurigaan yang biasanya bangun awal dan mampir membeli kue. Tapi pada Rabu (21/12) sekitar pukul 08.00 Wita, korban tidak terlihat dan salon miliknya belum dibuka.
“Setelah melihat itu, saya menginformasikan ke warga sekitar. Untuk melihat dan memastikan korban masih dalam keadaan hidup atau tidak,” ucapnya.
Warga yang mendapatkan informasi itu, berinisiatif untuk membuka pintu salon dan memastikan kondisi korban. Ternyata, sebelum mengakhiri hidup, korban sempat membuat tiga postingan di akun Facebook pribadinya. Ketika ada yang berkomentar, tidak ada satupun yang dibalas korban.
Tepat pukul 09.00 Wita, warga lain yang melihat kejadian itu langsung melaporkan ke kepolisian. Korban sempat dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Akhmad Berahim untuk dilakukan visum. Usai dari rumah sakit, jenazah korban dibawa ke Kabupaten Malinau untuk dikebumikan.
Diakui Nabila, korban semasih hidup sering mengeluh kondisi kesehatan di bagian perut yang tak kunjung sembuh. “Sebelum almarhum gantung diri sempat membuat sebuah postingan di Facebook. Bertuliskan, ingin pergi selamanya,” tutur Nabila.
Kapolsek Sesayap Ipda Abu Suhudi membenarkan kejadian tersebut. Korban sudah dibawa ke rumah sakit untuk divisum. Jenazah korban pun sudah diserahkan kepada pihak keluarga di Kabupaten Malinau. “Untuk motif dari kasus ini, sementara masih kita dalami,” singkatnya. (*/mts/uno)
Editor : uki-Berau Post