Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Empat Bulan, 13 Kasus TPPO di Kabupaten Perbatasan Indonesia-Malaysia Ini

Indra Zakaria • 2024-05-04 14:30:00
UNGKAP KASUS TPPO: Dirreskrimum Polda Kaltara melakukan konferensi pers pengungkapan dugaan kasus TPPO yang diungkap di Nunukan. FOTO: DOK RADAR TARAKAN
UNGKAP KASUS TPPO: Dirreskrimum Polda Kaltara melakukan konferensi pers pengungkapan dugaan kasus TPPO yang diungkap di Nunukan. FOTO: DOK RADAR TARAKAN

SELAMA periode Januari hingga April, pengungkapan kasus tindak pidana perdagangan orang (TPPO) dan tindak pidana perlindungan pekerja migran Indonesia (TP3MI) oleh jajaran Polda Kaltara, telah mencapai 13 kasus.

Angka itu terbilang meningkat dibanding sepanjang tahun 2023 lalu, hanya ada sebanyak 21 kasus TPPO yang diungkap. Sementara di tahun 2024 ini, baru berjalan 4 bulan saja, pengungkapan sudah mencapai belasan.

Itu diungkapkan Direktur Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Kaltara, Kombes Pol Taufik Herdiansyah Zeinardi. Dirinya mengaku, dalam 2024 ini setidaknya sudah ada 7 perkara yang berhasil diungkap oleh Ditreskrimum Polda Kaltara, sementara 6 perkara, diungkap oleh Polres Nunukan.

"Dari pengungkapan itu, ada 19 tersangka yang telah kami tetapkan dan ada 12 orang lainnya yang kami masukkan dalam daftar pencarian orang (DPO). Delapan orang berada di Malaysia dan empat orang di Indonesia," ujar Taufik ketika konferensi pers, Kamis (2/5).

Sepanjang periode Januari hingga April 2024 itu pua, sebanyak 102 orang calon pekerja migran Indonesia (CPMI) telah berhasil diselamatkan dan sebagian korban telah dikembalikan ke daerah asal oleh Balai Pelayanan dan Penempatan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Kaltara.

Dirinya menerangkan, dari total perkara yang ditangani sebanyak 13 perkara tersebut, enam diantaranya disebutkannya sudah P21 bahkan bergulir di persidangan. Sebelihnya, 7 perkara masih dalam proses penyidikan.

“Memang kasus TPPO ini, akan terus menjadi perhatian jajan Polres khususnya Polda Kaltara ya, semoga kita bisa semakin banyak menyelamatkan para calon pekerja migran kita lagi,” harap Taufik mengakhiri. (raw/lim)

Editor : Indra Zakaria