Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Waspada Predator: PDAM Tarakan Tegaskan Seluruh Embung Merupakan Habitat Buaya Muara

Redaksi Prokal • 2026-01-26 14:15:00
WASPADA : Kondisi embung Persemaian yang berada di Kelurahan Karang Harapan. (AGUS DIAN ZAKARIA/RADAR TARAKAN)
WASPADA : Kondisi embung Persemaian yang berada di Kelurahan Karang Harapan. (AGUS DIAN ZAKARIA/RADAR TARAKAN)

 

TARAKAN – Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Alam Tarakan mengeluarkan peringatan keras bagi warga untuk menjauhi area perairan di seluruh embung yang ada di Bumi Paguntaka. Peringatan ini menyusul banyaknya laporan mengenai keberadaan buaya muara yang mendiami fasilitas penampungan air tersebut.

Direktur PDAM Tirta Alam, Iwan Setiawan, menjelaskan bahwa secara ekologis, Tarakan merupakan habitat asli buaya muara karena kondisi geografisnya yang didominasi rawa payau dan pesisir. Berdasarkan laporan petugas di lapangan, predator purba ini telah terdeteksi di seluruh embung, mulai dari Embung Persemaian, Indulung, Rawasari, Binalatung, hingga Embung Sungai Bengawan.

“Sejak sebelum manusia datang, Tarakan memang habitatnya buaya. Kami sudah memasang papan peringatan 'Awas Ada Buaya' dan menyatakan area tersebut sebagai zona terbatas. Warga boleh joging di sekitarnya, tapi sangat dilarang mendekati air,” tegas Iwan, Minggu (25/1).

Keberadaan buaya di area embung bukan sekadar isu. Di Embung Persemaian misalnya, proses evakuasi buaya berukuran besar sudah dilakukan sebanyak tiga kali, namun predator tersebut selalu muncul kembali. Diduga, buaya-buaya ini berpindah antar-kawasan melalui jalur air bawah tanah atau limpasan air pada malam hari.

Selain risiko serangan buaya, PDAM juga menyoroti bahaya lain seperti ancaman ular berbisa hingga risiko tenggelam. Iwan menyayangkan masih banyaknya warga, terutama pemancing, yang nekat masuk ke area embung secara sembunyi-sembunyi meski pengawasan terus dilakukan.

“Kalau pemancing itu sulit dilarang, kucing-kucingan dengan petugas. Kami khawatir saat mereka asyik memancing, bukan umpannya yang disambar, tapi orangnya. Ini kembali ke kesadaran masyarakat masing-masing untuk menjaga keselamatan nyawanya,” tambahnya.

PDAM Tirta Alam menegaskan bahwa embung merupakan area operasional vital dan habitat satwa liar yang berbahaya. Masyarakat diminta untuk mematuhi aturan demi menghindari terjadinya konflik antara manusia dan buaya yang dapat berakibat fatal.(*)

Editor : Indra Zakaria