Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Jalur Utama Sering Lumpuh Saat Hujan, Warga Krayan Timur Desak Peningkatan Jalan Alternatif Pa’Betung

Indra Zakaria • 2026-02-11 12:00:00
RUSAK : Kondisi memprihatinkan terlihat pada jalan utama yang menjadi akses masyarakat Krayan Timur.
RUSAK : Kondisi memprihatinkan terlihat pada jalan utama yang menjadi akses masyarakat Krayan Timur.

 

NUNUKAN – Masyarakat di wilayah perbatasan Krayan Timur, Kabupaten Nunukan, kini sangat menggantungkan harapan pada peningkatan status jalan alternatif Pa’Betung. Jalur ini dinilai sangat strategis untuk menjaga konektivitas wilayah, terutama saat musim penghujan yang sering kali melumpuhkan akses utama masyarakat.

Camat Krayan Timur, Lintoni, mengungkapkan bahwa infrastruktur jalan nasional yang ada saat ini kerap mengalami kerusakan parah atau terendam banjir ketika intensitas hujan tinggi. Kondisi tersebut membuat kendaraan roda dua maupun roda empat sulit melintas, sehingga aktivitas ekonomi dan sosial masyarakat terganggu.

“Jalan melalui jalur Pa’Betung saat ini menjadi satu-satunya urat nadi alternatif bagi warga dari desa-desa seperti Long Umung, Pa’Rayen, dan Wa’ Yagung. Namun, kondisinya masih sangat terbatas dan berupa pembukaan lahan awal,” ujar Lintoni pada Selasa (10/2/2026).

Menurut Lintoni, meskipun pembukaan jalan alternatif sudah dimulai beberapa tahun lalu, progresnya baru mencakup sebagian kecil dari total panjang jalan yang dibutuhkan. Jarak yang menghubungkan Pa’Betung hingga Long Umung masih cukup jauh dan memerlukan kelanjutan pembangunan yang serius dari Pemerintah Kabupaten Nunukan.

Peningkatan jalan kabupaten ini dinilai bukan sekadar urusan transportasi, melainkan kebutuhan dasar untuk menjamin layanan publik. Dengan adanya jalur alternatif yang layak, distribusi logistik, akses layanan kesehatan, dan pendidikan tidak akan terputus meskipun jalan utama mengalami kendala teknis.

“Kami berharap ke depan ada peningkatan pembangunan agar jalan ini dapat dimanfaatkan secara maksimal. Mobilitas masyarakat harus tetap berjalan demi menjamin pelayanan dasar di wilayah perbatasan,” tambahnya.

Pemerintah Kecamatan Krayan Timur berkomitmen untuk terus mengawal usulan pembangunan ini ke tingkat kabupaten. Sinergi lintas sektor diharapkan segera terwujud agar pemerataan infrastruktur di beranda terdepan Indonesia ini bukan sekadar wacana, melainkan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat perbatasan. (*)

Editor : Indra Zakaria