PROKAL.CO- Pemerataan pendidikan di beranda terdepan Indonesia kembali mendapat angin segar. Di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, pemerintah pusat kini tengah agresif memperluas jangkauan program Sekolah Rakyat (SR) sebagai senjata utama memutus rantai kemiskinan. Kalimantan Utara, sebagai provinsi strategis di perbatasan, menjadi salah satu fokus utama perluasan ini setelah sukses mengoperasikan unit percontohan di Kota Tarakan sejak tahun lalu.
Gubernur Kalimantan Utara, Zainal Arifin Paliwang, menegaskan komitmennya untuk membawa program strategis ini ke daratan utama Kaltara, tepatnya di Kabupaten Bulungan. Saat ini, Pemerintah Provinsi tengah berjuang memenuhi syarat utama pembangunan, yakni ketersediaan lahan seluas 10 hektare. Dua lokasi potensial, yaitu Desa Gunung Sari dan Desa Ardi Mulyo, telah diajukan secara resmi untuk menjadi pusat pendidikan gratis berkualitas bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu di wilayah tersebut.
Kehadiran Sekolah Rakyat di provinsi ke-34 ini dinilai bukan sekadar proyek pembangunan fisik semata. Gubernur Zainal menyebutnya sebagai investasi jangka panjang untuk mendongkrak kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) di Kaltara. Dengan skema pendidikan gratis namun berkualitas, program ini diproyeksikan mampu memberikan peluang yang setara bagi anak-anak di daerah terluar untuk bersaing secara nasional.
"Keberhasilan operasional Sekolah Rakyat di Tarakan menjadi suntikan semangat bagi kami. Kini saatnya warga di Kabupaten Bulungan juga merasakan manfaat serupa. Kami ingin memastikan tidak ada anak di perbatasan yang tertinggal hanya karena kendala biaya," ujar Zainal saat meninjau progres perencanaan lahan.
Secara nasional, program Sekolah Rakyat telah diresmikan di 166 titik yang tersebar di berbagai provinsi. Pemerintah pusat sengaja menyasar wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) guna memastikan fondasi pendidikan nasional yang lebih kokoh. Bagi Kalimantan Utara, penambahan unit ini adalah langkah nyata untuk memperkuat kedaulatan bangsa melalui peningkatan kapasitas intelektual generasi mudanya. (dkisp)
Editor : Indra Zakaria