Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Hujan Ringan dan Awan Rendah Selimuti Lokasi Jatuhnya Pesawat Pelita Air di Long Bawan

Redaksi Prokal • 2026-02-20 12:43:38
TERBAKAR: Pesawat AT-802 yang mengangkut sekira 4 ton BBM dari Tarakan jatuh di Krayan, Kamis (19/2). (DOK WARGA)
TERBAKAR: Pesawat AT-802 yang mengangkut sekira 4 ton BBM dari Tarakan jatuh di Krayan, Kamis (19/2). (DOK WARGA)

TARAKAN— Kabar duka menyelimuti dunia penerbangan Kalimantan Utara. Pesawat kargo milik Pelita Air Service dengan nomor penerbangan PAS 7101 dilaporkan mengalami kecelakaan tragis sesaat setelah lepas landas dari Bandara Long Bawan, Kabupaten Nunukan, Kamis (19/2). Pesawat jenis Air Tractor yang baru saja menyelesaikan misi pengantaran bahan bakar minyak (BBM) ke wilayah Krayan tersebut jatuh di area perbukitan sekitar 5 kilometer dari landasan pacu. Sang pilot, Kapten Hendrik, dinyatakan meninggal dunia dalam insiden ini.

Komandan Lanud Anang Busra Tarakan, Marsma TNI Andreas A. Dhewo, mengungkapkan bahwa pesawat tersebut terbang tanpa penumpang dan sedang dalam perjalanan kembali menuju pangkalan utama di Tarakan. Pesawat lepas landas pada pukul 12.10 WITA, namun hanya berselang beberapa menit, sejumlah saksi mata melihat badan pesawat turun miring ke arah belakang bukit di ujung landasan 22. Kepulan asap hitam yang membumbung dari area perbukitan memperkuat dugaan jatuhnya pesawat tersebut.

Kondisi cuaca saat kejadian dilaporkan sedang hujan ringan dengan jarak pandang yang terbatas akibat rendahnya posisi awan. Sinyal bahaya dari Emergency Locator Transmitter (ELT) pesawat sempat ditangkap oleh pilot Susi Air yang tengah berada di sekitar lokasi, sebelum akhirnya ia memutuskan untuk kembali ke Malinau akibat cuaca ekstrem. Tim gabungan yang terdiri dari TNI, Polri, dan warga setempat segera melakukan penyisiran dan berhasil menemukan badan pesawat dalam kondisi hancur pada pukul 14.33 WITA.

Proses evakuasi jenazah Kapten Hendrik dilakukan secara manual melalui medan perbukitan yang menantang sebelum akhirnya dibawa ke Rumah Sakit Pratama Long Bawan. Berdasarkan hasil koordinasi, jenazah direncanakan akan dipulangkan pada Jumat (20/2) dengan rute penerbangan menuju Balikpapan dan dilanjutkan ke Jakarta, sembari menunggu kondisi cuaca di wilayah perbatasan membaik.

Pihak Pelita Air Service memastikan bahwa pesawat PK-PAA tersebut sebelumnya telah menjalani pengecekan rutin dan dinyatakan dalam kondisi laik terbang. Kapten Hendrik pun dikenal sebagai pilot berpengalaman yang telah tiga tahun mengabdi di maskapai tersebut. Meski demikian, penyebab pasti kecelakaan belum dapat disimpulkan karena masih menunggu investigasi mendalam dari Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT).

Peristiwa ini kembali menjadi pengingat betapa besarnya risiko dan tantangan geografis yang dihadapi dalam penerbangan perintis di pedalaman Kalimantan. Pemerintah Provinsi Kaltara melalui Dinas Perhubungan menyampaikan duka cita mendalam atas gugurnya Kapten Hendrik dalam tugasnya menjaga konektivitas logistik di wilayah perbatasan. Seluruh pihak kini fokus memberikan dukungan bagi keluarga korban serta menyerahkan sepenuhnya proses penyelidikan teknis kepada otoritas penerbangan pusat. (sas/fai/uno)

Editor : Indra Zakaria