TARAKAN – Persiapan menyambut arus mudik Lebaran 2026 di jalur perairan Kalimantan Utara mulai memasuki babak krusial. Sebanyak 15 armada speedboat reguler di Pelabuhan Tengkayu I Tarakan telah dinyatakan laik laut dan siap melayani penumpang setelah lolos pemeriksaan keselamatan intensif atau ramp check. Langkah ini diambil guna memastikan keamanan perjalanan masyarakat yang bergantung pada transportasi laut menuju berbagai wilayah seperti Pulau Bunyu, Tana Tidung, hingga Malinau.
Kepala Seksi Sarana dan Prasarana Keselamatan Angkutan Perairan UPTD Pelabuhan Tengkayu I Tarakan, Widia Ayu, menegaskan bahwa seluruh armada yang lolos pemeriksaan kini telah ditempeli stiker khusus sebagai penanda standar keselamatan. Pemeriksaan tersebut tidak hanya menyasar kondisi teknis mesin dan fisik kapal, tetapi juga kelengkapan dokumen operasional serta ketersediaan alat keselamatan seperti life jacket.
Guna meningkatkan pelayanan, sebuah posko terpadu angkutan Lebaran juga resmi dibuka mulai hari ini hingga 29 Maret mendatang. Posko ini merupakan hasil kolaborasi lintas instansi, mulai dari Polri melalui Operasi Ketupat, Basarnas, Kesehatan Pelabuhan, KSOP, hingga Polairud. Kehadiran posko ini diharapkan mampu memantau pergerakan penumpang secara real-time dan memberikan bantuan darurat jika diperlukan di tengah potensi lonjakan pemudik.
Terkait biaya perjalanan, otoritas pelabuhan memastikan harga tiket speedboat tetap stabil mengikuti Surat Keputusan (SK) Gubernur. Tidak ada kenaikan harga meskipun terjadi lonjakan permintaan saat libur Lebaran. Widia memperingatkan dengan tegas bahwa perusahaan jasa angkutan yang nekat menaikkan harga secara sepihak akan dijatuhi sanksi berat, mulai dari teguran tertulis hingga pencabutan izin trayek secara permanen.
Di sisi lain, masyarakat diimbau untuk lebih teliti dan hanya membeli tiket di loket resmi yang tersedia di pelabuhan. Imbauan ini dikeluarkan guna memutus rantai praktik percaloan yang kerap muncul secara sembunyi-sembunyi saat musim mudik. Pihak UPTD kini memperketat pengawasan aktivitas jual-beli di loket untuk memastikan tiket jatuh ke tangan penumpang yang benar-benar akan berangkat, sekaligus meminimalisir ruang gerak para calo yang merugikan masyarakat.(*)
Editor : Indra Zakaria