TANJUNG SELOR- Sektor pariwisata di Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) menunjukkan dinamika yang kontras pada pembukaan tahun 2026. Berdasarkan data terbaru yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS) Kaltara, jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) mengalami penurunan tajam, namun di sisi lain terdapat anomali positif pada durasi kunjungan tamu hotel yang justru cenderung lebih lama.
Kepala BPS Kaltara, Mustaqim, mengungkapkan bahwa jumlah wisman pada Januari 2026 hanya menyentuh angka 1.320 kunjungan. Angka ini merosot hingga 66,90 persen jika dibandingkan dengan capaian Desember 2025 yang sempat menembus 3.988 kunjungan. Penurunan paling drastis terpantau di pintu masuk utama perbatasan laut, yakni Pelabuhan Nunukan dan Tarakan.
"Penurunan ini terjadi karena berkurangnya kunjungan wisatawan melalui pintu masuk utama di wilayah perbatasan laut, yaitu Tarakan dan Nunukan," jelas Mustaqim.
Secara rinci, Pelabuhan Nunukan yang biasanya menjadi gerbang tersibuk mencatat penurunan dari 3.104 kunjungan pada akhir tahun lalu menjadi hanya 995 kunjungan di awal tahun ini. Kondisi serupa terjadi di Tarakan yang menyusut dari 884 kunjungan menjadi 325 kunjungan saja. Fenomena ini otomatis memukul Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel berbintang yang anjlok ke angka 36,25 persen dari sebelumnya 54,92 persen pada Desember 2025.
Namun, di balik lesunya volume kunjungan, terdapat temuan menarik pada perilaku wisatawan. Rata-rata lama tamu menginap (length of stay) pada Januari 2026 justru merangkak naik menjadi 1,54 hari, meningkat 0,12 hari dibandingkan bulan sebelumnya. Kenaikan durasi inap ini memberikan sedikit angin segar bagi pelaku industri perhotelan di tengah menurunnya jumlah tamu secara keseluruhan.
Dinamika ini menggambarkan bahwa meskipun arus pergerakan wisatawan asing di awal tahun cenderung melambat, mereka yang datang cenderung menghabiskan waktu lebih lama di wilayah Kaltara. Situasi ini menjadi tantangan sekaligus peluang bagi pemerintah daerah dan pelaku usaha untuk merumuskan strategi agar tren menginap yang lebih lama ini bisa terus ditingkatkan, guna mengompensasi penurunan volume kunjungan.(*)
Editor : Indra Zakaria