TARAKAN – Gelombang arus balik Lebaran 2026 di Pelabuhan Tengkayu I Tarakan mencapai titik tertingginya pada H+4, Selasa (24/3). Ribuan penumpang terpantau memadati area pelabuhan untuk kembali ke Tarakan, yang didominasi oleh para Aparatur Sipil Negara (ASN) menjelang hari pertama masuk kerja. Meski terjadi lonjakan aktivitas yang signifikan, situasi di lapangan dilaporkan tetap aman, lancar, dan terkendali di bawah pengawasan ketat petugas gabungan.
Kepala Pos Syahbandar KSOP Kelas II Tarakan, Asdar, mengonfirmasi bahwa puncak arus balik kali ini melibatkan sekitar 2.300 penumpang dalam sehari. Untuk mengantisipasi kepadatan tersebut, pihak otoritas pelabuhan mengambil langkah responsif dengan menambah jumlah personel pengamanan dan pengawasan hingga dua kali lipat. Jika sebelumnya hanya disiagakan empat petugas, kini sebanyak delapan personel ditempatkan khusus untuk melakukan pemeriksaan langsung pada setiap keberangkatan speedboat guna memastikan standar keselamatan terpenuhi.
Aspek keselamatan menjadi prioritas mati harga dalam periode angkutan Lebaran tahun ini. Asdar menegaskan bahwa seluruh armada yang beroperasi telah melalui tahapan pemeriksaan menyeluruh atau ram check oleh marine inspector dan Dinas Perhubungan. Berdasarkan pantauan Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai (KPLP), hingga saat ini tidak ditemukan pelanggaran terkait kapasitas muatan. Petugas di lapangan berkomitmen menindak tegas setiap temuan kelebihan penumpang dengan cara menurunkan paksa dan mengalihkannya ke armada berikutnya demi menjamin keamanan pelayaran.
Guna melayani ribuan pemudik tersebut, sebanyak 52 hingga 53 armada speedboat dioperasikan secara bergantian dari total 56 unit yang tersedia. Beberapa armada lainnya sengaja diparkirkan sementara akibat kendala teknis demi memastikan hanya kapal dalam kondisi prima yang melaut. Hingga berita ini diturunkan, tidak ada kejadian menonjol maupun gangguan keamanan di Pelabuhan Tengkayu I, menandakan kesiapan infrastruktur dan koordinasi petugas yang solid dalam mengawal siklus tahunan mudik di Kalimantan Utara. (*)
Editor : Indra Zakaria