MALINAU – Infrastruktur di wilayah perbatasan Apau Kayan, Kabupaten Malinau, kembali menjadi sorotan tajam. Wakil Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara), Ingkong Ala, mengungkapkan keprihatinannya saat meninjau langsung kondisi Jembatan Long Ampung yang menjadi urat nadi akses masyarakat menuju bandara. Dalam kegiatan monitoring dan evaluasi (monev) pada Selasa (24/3), Wagub mendapati struktur jembatan yang dibangun sejak 2008 tersebut kini dalam kondisi yang membahayakan keselamatan pengguna jalan.
"Ini cukup mengkhawatirkan karena menjadi akses utama masyarakat menuju bandara. Kondisi jalannya sudah berlubang dan bagian jembatan juga berisiko," tegas Ingkong Ala di sela peninjauan. Selain faktor usia yang sudah mencapai 16 tahun tanpa peremajaan signifikan, beban aktivitas masyarakat yang tinggi membuat kerusakan jembatan ini perlu segera ditangani agar tidak memutus konektivitas vital di Kecamatan Kayan Selatan.
Tak hanya jembatan, rombongan Wagub yang didampingi jajaran Bapperida dan Badan Pengelola Perbatasan Daerah (BPPD) Kaltara juga menyisir kondisi RS Pratama Long Ampung. Di sana, ditemukan sejumlah kerusakan infrastruktur seperti plafon yang jebol akibat rembesan air, bahkan pada bagian gedung baru yang belum sempat dimanfaatkan. Ingkong menekankan bahwa kualitas bangunan di wilayah perbatasan harus diawasi ketat, termasuk menuntut tanggung jawab kontraktor pelaksana agar fasilitas kesehatan tersebut bisa berfungsi optimal bagi warga perbatasan.
Peninjauan berakhir di Jembatan Nawang yang menghubungkan Kecamatan Kayan Hulu dan Kayan Selatan. Jembatan yang dibangun pada 2006 tersebut juga dinilai memerlukan perhatian khusus. Mengingat wilayah ini akan menyambut kunjungan diplomatik dari Timbalan Menteri Digital Malaysia Sarawak pada 25—26 Maret 2026 di Desa Long Nawang, perbaikan infrastruktur dasar menjadi harga mati demi menjaga marwah dan keamanan aktivitas di beranda depan NKRI. (dkisp)
Editor : Indra Zakaria