Di sekitar kuburan, ada Gang Sepakat dan Gang Sempurna. Di kedua gang itu dibangun perumahan, jumlahnya tak kurang dari 200 buah rumah. Meski bukan lokalisasi resmi, lama-kelamaan kawasan ini semakin ramai.
Bukan hanya pria hidung belang yang wara-wiri. Perempuan-perempuan muda dari luar kota juga berdatangan untuk mencari pekerjaan.
“Setelah dilanda kebakaran, pemerintah daerah memindahkan pemukiman ini ke lokasi baru. Yakni di Begau, Banjarmasin Selatan,” terangnya.
Berkembang pesat, Begau akhirnya berubah menjadi lokalisasi “resmi”.
Sekarang, Begau sudah ditutup. Pemerintah kota kemudian membangun tiga rumah susun sewa (rusunawa) di sana.
“Pasar Kupu-Kupu juga cukup besar, lokasinya di belakang kantor RRI (Radio Republik Indonesia) lama di Jalan Lambung Mangkurat,” sebutnya.
“Pasar Kupu-Kupu pernah berjaya pada tahun 70-an,” tandasnya. (mof/gr/fud)


