Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Dilema Lumbung Pangan Banjar: Produksi Padi Naik, Tapi Lahan Tergerus Permukiman dan Banjir

R
Seorang petani membajak sawahnya yang mulai terancam alih fungsi lahan menjadi permukiman permukiman dengan mesin traktor di Desa Tajau Landung Kecamatan Martapura Barat, Kabupaten Banjar. (DISTAN BANJAR)
Seorang petani membajak sawahnya yang mulai terancam alih fungsi lahan menjadi permukiman permukiman dengan mesin traktor di Desa Tajau Landung Kecamatan Martapura Barat, Kabupaten Banjar. (DISTAN BANJAR)

Advertisement

MARTAPURA – Kabupaten Banjar kini berada di persimpangan jalan dalam ambisinya menjadi Kawasan Sentra Produksi Pangan (KSPP) utama di Kalimantan Selatan. Di satu sisi, semangat petani berhasil mendongkrak produksi padi dari 153 ribu ton menjadi 166 ribu ton tahun ini. Namun di sisi lain, ancaman alih fungsi lahan dan hantu banjir tahunan siap menggagalkan target kemandirian pangan tersebut.

Persoalan krusial ini mencuat saat tim Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) melakukan observasi lapangan terpadu di wilayah Martapura Barat, Jumat lalu. Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Banjar, Warsita, memaparkan data yang cukup mencemaskan: luas lahan baku sawah yang semula mencapai 51.415 hektare kini terancam menyusut drastis menjadi hanya sekitar 47 ribu hektare.

"Alih fungsi lahan menjadi permukiman dan kawasan lain menjadi perhatian besar kami. Tanpa perlindungan lahan sawah yang ketat, keberlanjutan produksi pangan kita di masa depan akan sangat terganggu," tegas Warsita.

Advertisement

Selain penyusutan lahan, kendala infrastruktur dan alam juga menjadi penghalang serius. Program cetak sawah kerap terbentur masalah teknis, mulai dari akses alat berat yang merusak fasilitas warga hingga sumber air yang lokasinya sangat jauh dari area persawahan. Belum lagi serangan hama dan cuaca ekstrem yang sering kali memicu banjir lebih awal sebelum masa panen tiba.

Warsita merekomendasikan intervensi mendesak dari pemerintah pusat, terutama untuk melakukan normalisasi Sungai Martapura dan Sungai Barito, serta pembangunan tanggul di wilayah rawan seperti Kecamatan Aluh-Aluh. Hal senada diungkapkan Kepala Bapperida Banjar, Nashrullah Shadiq, yang menilai percepatan pembangunan Bendungan Riam Kiwa adalah harga mati untuk mengendalikan banjir sekaligus menjamin pasokan irigasi bagi petani.

Menanggapi laporan tersebut, perwakilan Bappenas, Tia Tri Septira, menyatakan bahwa observasi ini merupakan bagian dari pengawalan program prioritas Presiden untuk mewujudkan kemandirian pangan nasional. Tim gabungan dari berbagai kementerian akan mengevaluasi progres di lapangan, mulai dari optimalisasi lahan hingga infrastruktur pendukung.

Advertisement

Pemerintah pusat juga mulai mendorong pengembangan komoditas alternatif seperti kedelai di Kabupaten Banjar guna mengurangi ketergantungan impor. Kini, keberhasilan Kabupaten Banjar sebagai lumbung pangan tidak lagi hanya soal angka produksi di atas kertas, melainkan sejauh mana pemerintah mampu membentengi lahan pertanian dari gempuran beton permukiman dan terjangan air banjir.(*)

Advertisement
Editor : Indra Zakaria
Sumber : prokal.co
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
ProkalIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Duka di Tengah Asap Pekat Karhutla: Relawan Damkar Gugur Usai Berjuang Padamkan Api di Batola

Duka di Tengah Asap Pekat Karhutla: Relawan Damkar Gugur Usai Berjuang Padamkan Api di Batola

Duka di Tengah Asap Pekat Karhutla: Relawan Damkar Gugur Usai Berjuang Padamkan Api di Batola BANJARMASIN – Kabar duka menyelimuti barisan r

Titik Panas di Kalsel Menurun, Patroli Udara Masih Temukan 21 Titik Karhutla Seluas 41 Hektare

Titik Panas di Kalsel Menurun, Patroli Udara Masih Temukan 21 Titik Karhutla Seluas 41 Hektare

Petugas melakukan patroli udara untuk memantau titik panas dan mencegah meluasnya kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan Selatan. (Tangkap

Niat Istirahat Berujung Duka: Sopir Asal Kediri Tewas Terlindas Truknya Sendiri di Gunung Kayangan

Niat Istirahat Berujung Duka: Sopir Asal Kediri Tewas Terlindas Truknya Sendiri di Gunung Kayangan

PELAIHARI — Niat hati ingin melepas lelah di warung pinggir jalan berujung duka mendalam. Seorang sopir truk berinisial AS, warga Kabupaten

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer