Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Geger Dugaan Kekerasan Seksual Verbal, Ratusan Mahasiswa Banjarmasin Desak Ketua BEM Beri Klarifikasi Terbuka

R
Forum terbuka yang disiarkan langsung di TikTok mendesak klarifikasi dari Ketua BEM berinisial Z (dilingkari merah) di salah satu kampus ternama di Banjarmasin. Z dituding melakukan dugaan kekerasan seksual verbal terhadap mahasiswi berinisial C. (Foto: Zulvan Rahmatan/Radar Banjarmasin)
Forum terbuka yang disiarkan langsung di TikTok mendesak klarifikasi dari Ketua BEM berinisial Z (dilingkari merah) di salah satu kampus ternama di Banjarmasin. Z dituding melakukan dugaan kekerasan seksual verbal terhadap mahasiswi berinisial C. (Foto: Zulvan Rahmatan/Radar Banjarmasin)

Advertisement

BANJARMASIN – Gelombang protes melanda salah satu kampus ternama di Banjarmasin menyusul mencuatnya dugaan kekerasan seksual verbal yang menyeret pimpinan tertinggi mahasiswa. Pada Rabu (13/5) malam, ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Keluarga Mahasiswa (KM) tumpah ruah dalam sebuah forum terbuka untuk menuntut pertanggungjawaban Ketua BEM berinisial Z atas tindakannya terhadap mahasiswi berinisial C.

Ketegangan dalam forum yang disiarkan langsung melalui media sosial TikTok tersebut memuncak saat para saksi mulai membeberkan kronologi peristiwa yang terjadi pada awal Mei lalu. Insiden bermula saat Z diduga menghubungi korban melalui panggilan telepon dan pesan beruntun pada pukul 03.40 WITA. Lantaran tak mendapat respons, Z yang ditengarai berada di bawah pengaruh minuman keras kemudian beralih menghubungi S, rekan dekat korban.

Dalam kesaksiannya di hadapan massa, S mengungkapkan betapa traumanya korban akibat gangguan di dini hari tersebut. Ia membenarkan bahwa Z memintanya agar C bersedia menemaninya saat itu juga. Permintaan yang muncul di jam tidak wajar dan dalam kondisi mabuk tersebut langsung memicu asumsi liar serta kecaman dari rekan-rekan korban yang menilainya sebagai bentuk pelecehan verbal.

Advertisement

Menanggapi tudingan tersebut, Z yang hadir dalam forum secara terbuka mengakui bahwa dirinya memang melakukan panggilan telepon dalam kondisi mabuk. Namun, ia merasa ada sisi ambiguitas dalam tuduhan yang dialamatkan kepadanya. Z berdalih bahwa pesan tersebut tidak disampaikan langsung kepada korban, melainkan melalui perantara, sehingga ia mempertanyakan dasar kategorisasi kekerasan seksual verbal dalam kasus ini. Meski ragu, ia menyatakan kesiapannya jika kasus ini harus dibawa ke ranah formal.

Di sisi lain, korban berinisial C dikabarkan masih dalam kondisi bimbang terkait kelanjutan kasus ini. Meski sempat terbersit keinginan untuk menyelesaikannya lewat permintaan maaf, tekanan publik dan meluasnya isu membuat opsi pelaporan ke Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (Satgas PPKS) tetap terbuka lebar.

Pihak birokrasi kampus melalui Kepala Subbagian Minat dan Bakat, Zuhdi, menegaskan telah menawarkan jalan tengah dengan mendorong kedua belah pihak menyelesaikan sengketa ini di Satgas PPKS. Langkah ini diambil agar kasus dapat ditangani secara profesional dan objektif, mengingat Satgas memerlukan laporan resmi dari pihak korban untuk memulai investigasi.

Advertisement

Skandal yang melibatkan tokoh utama organisasi mahasiswa ini menambah daftar panjang catatan kelam dugaan kekerasan di lingkungan akademik, sekaligus menjadi pengingat bagi publik mengenai pentingnya ruang aman bagi mahasiswa dari segala bentuk intimidasi maupun pelecehan. (*)

Advertisement
Editor : Indra Zakaria
Sumber : Radar Banjarmasin
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
ProkalIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Duka di Tengah Asap Pekat Karhutla: Relawan Damkar Gugur Usai Berjuang Padamkan Api di Batola

Duka di Tengah Asap Pekat Karhutla: Relawan Damkar Gugur Usai Berjuang Padamkan Api di Batola

Duka di Tengah Asap Pekat Karhutla: Relawan Damkar Gugur Usai Berjuang Padamkan Api di Batola BANJARMASIN – Kabar duka menyelimuti barisan r

Titik Panas di Kalsel Menurun, Patroli Udara Masih Temukan 21 Titik Karhutla Seluas 41 Hektare

Titik Panas di Kalsel Menurun, Patroli Udara Masih Temukan 21 Titik Karhutla Seluas 41 Hektare

Petugas melakukan patroli udara untuk memantau titik panas dan mencegah meluasnya kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan Selatan. (Tangkap

Niat Istirahat Berujung Duka: Sopir Asal Kediri Tewas Terlindas Truknya Sendiri di Gunung Kayangan

Niat Istirahat Berujung Duka: Sopir Asal Kediri Tewas Terlindas Truknya Sendiri di Gunung Kayangan

PELAIHARI — Niat hati ingin melepas lelah di warung pinggir jalan berujung duka mendalam. Seorang sopir truk berinisial AS, warga Kabupaten

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer