Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Terjang 4 Kecamatan di Sebatik, Banjir Rendam Ratusan Rumah dan Rusak Fasilitas Desa akibat Korsleting

R
Personel BPBD Nunukan membantu evakuasi barang dan pembersihan sisa-sisa material yang terbawa akibat banjir yang tinggi di sejumlah rumah warga.
Personel BPBD Nunukan membantu evakuasi barang dan pembersihan sisa-sisa material yang terbawa akibat banjir yang tinggi di sejumlah rumah warga.

Advertisement

NUNUKAN — Curah hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah perbatasan sejak Senin dini hari memicu banjir bandang di Pulau Sebatik, Kabupaten Nunukan. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Nunukan mencatat sebanyak empat kecamatan terdampak langsung oleh bencana ekologis ini, meliputi Kecamatan Sebatik Barat, Sebatik Tengah, Sebatik Utara, dan Sebatik Timur.

Kepala Seksi Penyelamatan BPBD Kabupaten Nunukan, Hasanuddin, menjelaskan bahwa luapan air mulai merangsek masuk ke permukiman warga sekitar pukul 05.00 WITA. Hujan deras yang turun tanpa henti sejak dini hari membuat sungai-sungai di wilayah Sebatik tidak mampu lagi menampung debit air hingga akhirnya meluap ke daratan.

Banjir genangan ini merendam sedikitnya lebih dari 200 rumah warga dengan ketinggian air yang cukup bervariasi, mulai dari genangan setinggi 20 sentimeter hingga titik terdalam yang hampir mencapai satu meter di kawasan permukiman padat. Tidak hanya rumah tinggal, banjir juga merendam sejumlah fasilitas ibadah serta beberapa kantor pemerintahan desa.

Advertisement

Karena datang secara tiba-tiba di saat warga dan aparat desa belum siap, genangan air langsung merendam berbagai peralatan elektronik di kantor desa. Akibatnya, banyak fasilitas kerja yang mengalami kerusakan parah akibat korsleting listrik saat air menerobos masuk ke dalam ruangan. Selain merusak fasilitas publik dan rumah, luapan air keruh juga merendam lahan pertanian serta persawahan produktif milik warga di keempat kecamatan tersebut.

Meskipun genangan air cukup tinggi di beberapa titik, BPBD Nunukan memastikan tidak ada korban jiwa maupun warga yang harus diungsikan akibat bencana ini. Pasca-banjir, personel BPBD Nunukan bersama petugas dari Pos Pemadam Kebakaran Pulau Sebatik langsung bergerak cepat melakukan pemantauan intensif di lokasi-lokasi terdampak.

Tim gabungan di lapangan langsung melakukan upaya pompanisasi untuk menyedot genangan air dari dalam rumah-rumah warga yang posisinya rendah. Petugas juga bahu-membahu membantu evakuasi dokumen serta peralatan kantor desa yang masih bisa diselamatkan, dilanjutkan dengan pembersihan sisa-sisa lumpur dan material sampah yang terbawa arus banjir.

Advertisement

Hingga saat ini, pihak BPBD terus menjalin koordinasi dengan aparat desa dan kecamatan setempat guna memetakan kerugian materiil serta memantau kondisi debit air. Petugas mengimbau warga untuk tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi banjir susulan, mengingat kondisi cuaca yang masih tidak menentu. Aparat dan warga setempat diminta untuk selalu memantau perkembangan peringatan dini cuaca secara berkala melalui saluran resmi dan tepercaya guna menghindari dampak yang lebih besar.(*)

Advertisement
Editor : Indra Zakaria
Sumber : prokal.co
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
ProkalIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Target Tuntas 2028: Jalan Krayan–Malinau Siap Dobrak Keterisolasian Perbatasan Kaltara

Target Tuntas 2028: Jalan Krayan–Malinau Siap Dobrak Keterisolasian Perbatasan Kaltara

Bupati Nunukan, H. Irwan Sabri saat meninjau langsung wilayah Krayan terkait rencana peningkatan jalan Krayan-Malinau. PEMKAB NUNUKAN

Rp 32 Triliun Demi Jalan Perbatasan Malinau-Nunukan, Mendagri Tito Karnavian Targetkan Tuntas 2029

Rp 32 Triliun Demi Jalan Perbatasan Malinau-Nunukan, Mendagri Tito Karnavian Targetkan Tuntas 2029

Mendagri RI sekaligus Kepala BNPP, Jenderal (Purn.) Prof. Drs. H. Muhammad Tito Karnavian, M.A., Ph.D., (tengah). FOTO: DIPA/RADAR TARAKAN

Pria 49 Tahun Ditemukan Tak Bernyawa di Eks Lokalisasi Harapan Sadar Nunukan, Diduga Karena Ini...

Pria 49 Tahun Ditemukan Tak Bernyawa di Eks Lokalisasi Harapan Sadar Nunukan, Diduga Karena Ini...

Pria 49 Tahun Ditemukan Meninggal di Eks Lokalisasi Harapan Sadar Nunukan, Diduga Akibat Sakit

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer