Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Waspada Air Pasang, Predator Sungai Mentaya Muncul di Pemukiman Samuda Kecil

R
Penampakan buaya muara saat sedang berjemur di salah satu wilayah di Samuda Kecil, Kecamatan Mentaya Hilir Selatan, Sabtu (25/4/2026).
Penampakan buaya muara saat sedang berjemur di salah satu wilayah di Samuda Kecil, Kecamatan Mentaya Hilir Selatan, Sabtu (25/4/2026).

Advertisement

SAMPIT – Masyarakat di pesisir Sungai Mentaya, khususnya di Desa Samuda Kecil, Kecamatan Mentaya Hilir Selatan, kini tengah diliputi kewaspadaan tinggi. Selain ancaman kenaikan muka air laut yang meluap ke bantaran sungai, warga baru saja dikejutkan dengan kemunculan seekor buaya muara berukuran cukup besar yang menampakkan diri di Sei Ijum, Sabtu (25/4).

Peningkatan debit air sungai yang beriringan dengan pasang tinggi laut menjadi pemicu utama sang predator mendekat ke area aktivitas manusia. Berdasarkan prakiraan BMKG, ketinggian air laut di Teluk Sampit mencapai puncaknya sekitar 3,2 meter pada siang hari. Kondisi luapan air ini dinilai memudahkan buaya untuk berpindah habitat dari area rawa ke wilayah yang lebih dekat dengan rumah warga.

Kemunculan buaya ini sempat terekam kamera amatir warga saat sedang berjemur di tepian sungai. Dalam video yang beredar, tampak suasana sempat menegang ketika beberapa warga mencoba mendekati dan melempar benda ke arah predator tersebut. Tindakan itu langsung memicu reaksi agresif dari sang buaya yang membuka mulut lebarnya sebagai bentuk ancaman.

Advertisement

"Benar, buaya muncul di Sei Ijum, Desa Samuda Kecil," konfirmasi Tiar, salah seorang warga setempat yang menyaksikan fenomena tersebut.

Meski kemunculan buaya di sepanjang Sungai Mentaya bukan hal baru, situasi kali ini dianggap lebih berisiko. Pasalnya, aktivitas warga di bantaran sungai, seperti mandi, mencuci, hingga mencari ikan, masih sangat tinggi. Anak-anak yang kerap bermain di tepi sungai saat air pasang menjadi kelompok yang paling rentan terhadap potensi serangan.

Hingga saat ini, belum ada laporan mengenai korban jiwa. Namun, warga diimbau untuk sangat berhati-hati, terutama pada jam kritis antara pukul 11.00 hingga 15.00 WIB saat air berada pada titik tertinggi. Masyarakat diharapkan tidak melakukan tindakan provokatif yang dapat memicu serangan buaya dan membatasi aktivitas di pinggir sungai demi keselamatan bersama. (*)

Advertisement
Editor : Indra Zakaria
Sumber : prokal.co
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
ProkalIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Bermain Air di Pantai Perusda Bunyu, Bocah Enam Tahun Meninggal Dunia Diserang Buaya

Bermain Air di Pantai Perusda Bunyu, Bocah Enam Tahun Meninggal Dunia Diserang Buaya

Bermain Air di Pantai Perusda Bunyu, Bocah Enam Tahun Meninggal Dunia Diserang Buaya

Bu Haji di Paser Diterkam Hewan Misterius Saat Mandi, Paha Robek 12 Jahitan

Bu Haji di Paser Diterkam Hewan Misterius Saat Mandi, Paha Robek 12 Jahitan

Petang Mencekam di Sungai Khotib: IRT di Paser Diterkam Hewan Misterius Saat Mandi, Paha Robek 12 Jahitan! PASER — Aktivitas mandi sore di S

Bantu Ambil Kepiting di Pintu Tambak, Pria 46 Tahun di Tana Tidung Tewas Dilumat Buaya

Bantu Ambil Kepiting di Pintu Tambak, Pria 46 Tahun di Tana Tidung Tewas Dilumat Buaya

Bantu Ambil Kepiting di Pintu Tambak, Pria 46 Tahun di Tana Tidung Tewas Dilumat Buaya

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer