Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Tragedi Penggerebekan di Katingan: Aipda Yudhie Gugur Diserang Senjata Tajam, Bareskrim Polri Turun Tangan

R
Penggerebekan polisi terhadap bandar narkoba berakhir tragedi berdarah.(Humas)
Penggerebekan polisi terhadap bandar narkoba berakhir tragedi berdarah.(Humas)

Advertisement

 
PROKAL.CO- Aksi pemberantasan narkotika di pedalaman Kalimantan Tengah berujung duka mendalam bagi institusi Kepolisian Republik Indonesia. Operasi penangkapan seorang bandar sabu di Desa Tumbang Kalemei, Kecamatan Katingan Tengah, Kabupaten Katingan, harus dibayar mahal setelah seorang personel kepolisian, Aipda Yudhie Perdana Putra, gugur akibat amukan massa bersenjata.

Merespons tragedi berdarah tersebut, Direktorat Tindak Pidana Narkoba (Dirtipidnarkoba) Bareskrim Polri langsung mengambil langkah cepat dengan menerjunkan tim khusus ke lapangan guna memburu para pelaku penyerangan serta membantu jajaran Polda Kalteng. Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri, Brigjen Eko Hadi Santoso, menyatakan rasa kehilangan yang mendalam atas pengorbanan salah satu putra terbaik Polri dalam garis tugas. Pihaknya berjanji akan mengusut tuntas kasus ini hingga ke akar-akarnya.

Advertisement

”Kami menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya kepada keluarga almarhum Aipda Yudhie Perdana Putra yang gugur saat menjalankan tugas memberantas peredaran narkotika,” ucap Brigjen Eko saat memberikan keterangan resmi yang dikutip pada Jumat (3/7/2026).

Langkah intervensi langsung dari Bareskrim ini diambil tidak hanya untuk mengawal proses hukum terhadap jaringan narkoba tersebut, tetapi juga dipicu oleh laporan darurat mengenai hilangnya dua personel Satresnarkoba Polres Katingan saat mencoba menyelamatkan diri dari amuk massa.

”Kami akan melakukan back up penuh terhadap jajaran di lapangan, baik dalam proses pencarian anggota yang masih belum ditemukan, pengamanan wilayah, maupun pengungkapan tuntas jaringan narkotika dan pelaku penyerangan terhadap anggota Polri,” tegas jenderal bintang satu tersebut.

Advertisement

Kronologi Penggerebekan yang Berubah Menjadi Mencekam

Berdasarkan laporan kronologis yang diterima Bareskrim, peristiwa bermula ketika jajaran Satresnarkoba Polres Katingan bergerak menuju Desa Tumbang Kalemei untuk menindaklanjuti laporan warga mengenai maraknya peredaran sabu. Penyelidikan petugas di lapangan mengarah kuat pada seorang target operasi berinisial BIO, yang merupakan seorang residivis kambuhan kasus narkotika.

Guna membekuk target, Polres Katingan mengerahkan 12 personel yang dibagi ke dalam dua tim taktis. Tim pertama bertugas melakukan penindakan langsung di rumah persembunyian BIO, sementara tim kedua bersiaga di perimeter luar sebagai unsur pendukung.

Operasi awalnya berjalan sukses saat petugas berhasil mengamankan BIO. Namun, situasi mendadak berubah drastis dan mencekam ketika beberapa orang dari dalam rumah bersama sekelompok warga sekitar mulai melakukan provokasi dan menyerang polisi menggunakan senjata tajam.

Situasi kian tidak terkendali karena jumlah massa terus bertambah banyak. Mereka merangsek maju melakukan penyerangan brutal menggunakan senjata tajam, bahkan beberapa di antaranya dilaporkan melepaskan tembakan menggunakan senjata api rakitan. Terdesak oleh jumlah massa yang tidak seimbang, para petugas terpaksa mundur dan berusaha menyelamatkan diri dengan cara menyeberangi sungai untuk berlindung di dalam kawasan hutan.

Advertisement
Editor : Indra Zakaria
Sumber : prokal.co
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
ProkalIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Jarak Pandang Terbatas, Helikopter Tidak Terbang, Menhut Beberkan Kendala Waterboom Karhutla Kalteng

Jarak Pandang Terbatas, Helikopter Tidak Terbang, Menhut Beberkan Kendala Waterboom Karhutla Kalteng

”Jarak Pandang Sangat Terbatas, Helikopter Tidak Bisa Diterbangkan!” Menhut Beberkan Kendala Waterbombing Karhutla Kalteng (Rekomendasi)

Dua Versi Drama Penembakan di Kebun Sawit Kotim, Warga dan Perusahaan Saling Tuding

Dua Versi Drama Penembakan di Kebun Sawit Kotim, Warga dan Perusahaan Saling Tuding

Saling Klaim Tembakan Peringatan, Insiden di Kebun Sawit Kotim Masih Simpang Siur

Tragedi Pikap Maut di Perkebunan Sawit, Sopir Divonis 4 Tahun Penjara

Tragedi Pikap Maut di Perkebunan Sawit, Sopir Divonis 4 Tahun Penjara

Tragedi Pikap Maut di Perkebunan Sawit, Sopir Divonis 4 Tahun Penjara SAMPIT — Sandy bin Aripin Gilisman, terdakwa kasus kecelakaan maut di

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer