Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Dilema BPBD Kotim Hadapi Puncak Kemarau: Antara Pemadaman Karhutla dan Distribusi Air Bersih

R
Karhutla di Kotim semakin luas.(BPBD)
Karhutla di Kotim semakin luas.(BPBD)

Advertisement

SAMPIT – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) kini dihadapkan pada tantangan ganda seiring memasuki puncak musim kemarau. BPBD harus memutar otak untuk membagi alokasi sumber daya air dan armada antara penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang kian marak serta pemenuhan kebutuhan air bersih bagi warga terdampak kekeringan.

Kepala Pelaksana BPBD Kotim, Multazam, mengungkapkan bahwa kedua krisis tersebut berpotensi memuncak di waktu yang bersamaan. Kondisi ini menuntut penataan strategi yang presisi agar penanganan bencana di lapangan tidak timpang.

"Kalau nanti kondisinya bersamaan, kami akan dihadapkan pada pilihan antara distribusi air bersih atau air untuk pemadaman. Mudah-mudahan karhutla tetap terkendali sehingga kekuatan kami bisa dibagi untuk penyaluran air bersih," ujar Multazam.

Advertisement

Dampak kekeringan sendiri mulai mengancam pemukiman warga. Laporan kelangkaan air bersih salah satunya datang dari Dukuh Desa Tanah Putih, Kecamatan Telawang. Setelah dilakukan verifikasi oleh tim BPBD, warga di wilayah tersebut terbukti mulai kesulitan mengakses air untuk kebutuhan harian.

Sebagai langkah antisipasi, BPBD mendorong desa-desa yang memiliki cadangan air memadai atau fasilitas sumur bor CSR—seperti sumur bor dalam di Desa Bagendang Tengah—dapat membantu menyokong kebutuhan desa sekitar yang mulai krisis.

Multazam juga menyoroti kerentanan masyarakat berpenghasilan rendah serta kelompok rentan seperti lansia, penyandang disabilitas, ibu hamil, menyusui, dan anak-anak yang paling terdampak ketika krisis air meluas. Pihaknya mengimbau agar penggunaan air isi ulang oleh masyarakat tetap memperhatikan standar kesehatan dan kriteria yang berlaku. (*)

Advertisement
Editor : Indra Zakaria
Sumber : prokal.co
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
ProkalIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Atasi Krisis Air, Pegiat Lingkungan dan Komunitas Proklim Balikpapan Gelar Diskusi hingga Larut Malam

Atasi Krisis Air, Pegiat Lingkungan dan Komunitas Proklim Balikpapan Gelar Diskusi hingga Larut Malam

Krisis air bersih di Kota Balikpapan menjadi perhatian serius para pejuang dan pegiat lingkungan setempat. Demi merumuskan langkah konkret, pembina lingkungan nasional Bambang Irianto bersama para pej

Teror Asap Pekat Kian Mengancam Sampit, Warga Meringis Keluhkan Mata Pedih dan Dada Sesak

Teror Asap Pekat Kian Mengancam Sampit, Warga Meringis Keluhkan Mata Pedih dan Dada Sesak

Kabut asap di Sampit, Kabupaten Kotawaringin, Senin pagi (12/10/2026). (Usay Nor Rahmad/Radar Sampit)

Sampit Diterjang Kabut Asap Pekat, Jarak Pandang Subuh hingga Pagi Hanya 100 Meter

Sampit Diterjang Kabut Asap Pekat, Jarak Pandang Subuh hingga Pagi Hanya 100 Meter

Kabut asap di salah satu ruas jalan di Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur, Kamis (8/10/2026). (Usay Nor Rahmad/Radar Sampit)

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer