Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Hujan Mulai Mengintai Kotim, Risiko Karhutla Diprediksi Turun Drastis!

R
Penulis: Redaksi Prokal❯

Peta informasi prakiraan potensi pertumbuhan awan hujan di Kotawaringin Timur menunjukkan potensi hujan tinggi. (BMKG)


Advertisement

Peta informasi prakiraan potensi pertumbuhan awan hujan di Kotawaringin Timur menunjukkan potensi hujan tinggi. (BMKG)

SAMPIT-  Dahaga akan guyuran air hujan di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) tampaknya bakal segera terobati. Setelah beberapa waktu terakhir diterpa cuaca terik yang memicu ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla), guyuran hujan ringan diprediksi siap membasahi bumi Habaring Hurung dalam kurun 24 jam ke depan.

Berdasarkan rilis prakiraan cuaca Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi H. Asan Kotawaringin Timur untuk periode 7 hingga 8 September 2026, peluang terbentuknya awan-awan hujan di langit Kotim terpantau makin menebal.

Advertisement

Kepala BMKG Stasiun Meteorologi H. Asan Kotawaringin Timur, Mulyono Leo Nardo, mengonfirmasi bahwa indikator pembentukan awan hujan saat ini berada di angka yang sangat meyakinkan.

"Peluang terbentuknya awan hujan juga cukup tinggi. Model European Centre for Medium-Range Weather Forecasts (ECMWF) menunjukkan potensi pertumbuhan awan hujan di Kotim lebih dari 70 persen," ungkap Mulyono, Senin (7/9/2026).

Sinyal positif ini datang di momen yang sangat krusial. Pasalnya, peta potensi kemudahan terjadinya kebakaran menunjukkan bahwa mayoritas kawasan Kalimantan Tengah—termasuk Kotim—masih berada di level siaga merah atau kategori sangat mudah terbakar sepanjang Senin (7/9/2026).

Advertisement

Namun, tren bahaya tersebut diproyeksikan berbalik drastis hanya dalam rentang satu hari. Pada Selasa (8/9/2026), tingkat kemudahan pemicu kebakaran lahan diprediksi merosot tajam. Sejumlah kecamatan yang sebelumnya membara diprakirakan bergeser masuk ke zona aman hingga kategori tidak mudah terbakar.

Peningkatan kelembapan tanah akibat curah hujan ini diyakini menjadi faktor kunci yang sanggup meredam kemunculan titik api (hotspot) serta memperlambat laju sebaran karhutla di lapangan.

Jangan Lengah, Tetap Waspada Potensi Hujan Lokal
Kendati perubahan peta risiko cuaca membawa angin segar, BMKG mewanti-wanti masyarakat dan tim satgas karhutla untuk tidak langsung melonggarkan kewaspadaan. Hujan ringan yang turun kerap bersifat tidak merata sehingga belum tentu sanggup membasahi area gambut yang mengalami kekeringan ekstrem.

Aktivitas memicu api di lahan terbuka tetap menjadi pantangan utama, terutama di kawasan yang belum tersentuh guyuran hujan.

Advertisement
Editor : Indra Zakaria
Sumber : prokal.co
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
ProkalIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Hujan Datang di Kotim, Hotspot Turun, Tapi Kawasan Pesisir dan Bawah Tanah Gambut Masih Membara

Hujan Datang di Kotim, Hotspot Turun, Tapi Kawasan Pesisir dan Bawah Tanah Gambut Masih Membara

Angka pemantauan titik panas (hotspot) di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) mulai menunjukkan tren penurunan. Berdasarkan data terbaru BM

Korupsi Dana Hibah KPU Kotim: Kejati Garap 24 Saksi, Kerugian Negara Ditaksir Rp10 Miliar

Korupsi Dana Hibah KPU Kotim: Kejati Garap 24 Saksi, Kerugian Negara Ditaksir Rp10 Miliar

Penyidik Kejati Kalteng memeriksa saksi dugaan korupsi KPU Kotim.(Penkum)

Modus Operandi Terbongkar: Korupsi Dana Hibah KPU Kotim Rp40 M Pakai Belanja Fiktif Hingga Cashback

Modus Operandi Terbongkar: Korupsi Dana Hibah KPU Kotim Rp40 M Pakai Belanja Fiktif Hingga Cashback

Modus Operandi Terbongkar: Kasus Korupsi Dana Hibah KPU Kotim Rp40 Miliar Gunakan Belanja Fiktif Hingga Cashback PALANGKA RAYA – Penyidikan

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer