Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Langit Oranye Selimuti Palangka Raya, Warga Bertaruh Nyawa Demi di Tengah Asap Berbahaya

R
Pedagang kaki lima tetap berjualan di tengah kabut asap karhutla yang menyelimuti Palangka Raya, saat kualitas udara tercatat berbahaya. (Sumber: Threads/@a_rizaldi)
Pedagang kaki lima tetap berjualan di tengah kabut asap karhutla yang menyelimuti Palangka Raya, saat kualitas udara tercatat berbahaya. (Sumber: Threads/@a_rizaldi)

Advertisement

PALANGKA RAYA — Pemandangan mencekam sekaligus memilukan tersaji di Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah, ketika kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mengubah warna langit menjadi oranye pekat. Di balik kepungan polusi yang menyesakkan dada, denyut nadi kehidupan warga tidak lantas berhenti. Para pencari nafkah terpaksa tetap berjibaku di jalanan demi menyambung hidup.

Potret perjuangan ini viral di media sosial setelah dibagikan oleh akun Threads @a_rizaldi. Dalam unggahannya, terlihat jelas bagaimana pedagang asongan, pengelola warung makan, hingga pengendara kendaraan bermotor tetap harus beraktivitas di bawah langit kemerahan di tengah antrean lampu merah.

Pemandangan tersebut sontak mengundang gelombang simpati dari warganet. Salah satu tanggapan emosional datang dari akun @erwidia yang merasa terenyuh melihat keteguhan para pekerja harian tersebut.

Advertisement

"Nangisss, sehat selalu para pencari nafkah lancar rezekinya," tulis @erwidia dalam kolom balasan yang mewakili perasaan banyak warganet.

Di balik keteguhan warga yang terpaksa menerobos polusi, data resmi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menunjukkan situasi yang jauh dari kata aman. Pada Sabtu pagi, 24 Oktober 2026 pukul 07.00 WIB, konsentrasi partikulat halus PM2.5 di Palangka Raya melonjak drastis hingga mencapai 589 mikrogram per meter kubik, yang dikategorikan sebagai tingkat berbahaya bagi kesehatan.

Partikel halus PM2.5 dikenal sangat berbahaya karena mampu menembus jauh ke dalam saluran pernapasan manusia. Paparan dalam jangka panjang pada konsentrasi setinggi ini dapat memicu berbagai gangguan kesehatan serius, mulai dari infeksi saluran pernapasan akut hingga kerusakan paru-paru.

Advertisement

Menanggapi situasi darurat ini, pihak berwenang mengimbau masyarakat untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan. Warga yang terpaksa beraktivitas di luar rumah disarankan untuk disiplin mengenakan masker pelindung khusus seperti respirator N95 atau KN95 guna meminimalisir risiko paparan racun asap.

Hingga kini, potret langit oranye di Palangka Raya bukan sekadar menjadi bahan perbincangan di dunia maya, melainkan sebuah pengingat keras tentang beratnya dilema antara menjaga kesehatan diri dan tuntutan perut yang harus dipenuhi di tengah kepungan bencana asap. (*)

Advertisement
Editor : Indra Zakaria
Sumber : prokal.co
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
ProkalIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Palangka Raya Belum Bebas dari Ancaman Asap, 1.420 Hektare Lahan Hangus Dilalap Karhutla Berbulan

Palangka Raya Belum Bebas dari Ancaman Asap, 1.420 Hektare Lahan Hangus Dilalap Karhutla Berbulan

Palangka Raya Belum Bebas dari Ancaman Asap, 1.420 Hektare Lahan Hangus Dilalap Karhutla Berbulan-bulan PALANGKA RAYA – Ancaman kebakaran hu

Darurat Karhutla Kalteng, Kepala BNPB dan Menhut Putuskan Berkantor Sementara di Palangka Raya

Darurat Karhutla Kalteng, Kepala BNPB dan Menhut Putuskan Berkantor Sementara di Palangka Raya

Darurat Karhutla Kalteng, Kepala BNPB dan Menhut Putuskan Berkantor Sementara di Palangka Raya PALANGKA RAYA — Tingginya intensitas kebakara

Bermodal Seragam dan ID Card Palsu, Driver Taksi Online Nekat Jadi Jaksa Gadungan

Bermodal Seragam dan ID Card Palsu, Driver Taksi Online Nekat Jadi Jaksa Gadungan

Bermodal Seragam dan ID Card Palsu, Driver Angkutan Online Nekat Jadi Jaksa Gadungan

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer