Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Wagub Kaltim Pastikan Mati Lampu Bergilir Hanya Sebulan, Bukan karena RKAB Batu Bara

M
Seno Aji
Seno Aji

Advertisement

 

PROKAL.CO, SAMARINDA - Wakil Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim) Seno Aji memastikan pemadaman listrik bergilir yang terjadi di sejumlah kabupaten dan kota di Kaltim bukan disebabkan oleh penciutan Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) sektor pertambangan batu bara.

Menurut Seno, pemadaman terjadi akibat gangguan pada dua unit pembangkit listrik yang mengalami kerusakan secara bersamaan sehingga mengurangi kapasitas pasokan listrik di sistem Kalimantan. "Kami sudah bertemu dengan General Manager PLN. Memang dibutuhkan waktu sekitar satu bulan untuk memperbaiki dua pembangkit, yaitu PLTU Handil dan PLTU Tanjung Batu," kata Seno Aji kepada wartawan.

Advertisement

Selama proses perbaikan berlangsung, PLN menerapkan pemadaman bergilir di setiap kabupaten dan kota. Durasi pemadaman diperkirakan sekitar tiga jam di masing-masing wilayah. "Nah, selama sebulan ini pemadaman dilakukan bergiliran. Setiap kabupaten dan kota ada sekitar tiga jam waktu mati lampu, supaya dari kapasitas sekitar 2.500 megawatt itu bisa teridentifikasi seluruhnya. Bulan depan tidak ada lagi mati lampu," ujarnya.

Seno juga membantah isu yang mengaitkan krisis pasokan listrik dengan berkurangnya pasokan batu bara akibat kebijakan pengurangan RKAB (Rencana Kerja dan Anggaran Biaya) izin perusahaan tambang batubara dari Kementerian ESDM. 

"Oh tidak, tidak ada penciutan RKAB. Karena DMO (Domestic Market Obligation) tetap berjalan. Yang bermasalah itu dua PLTU rusak dalam waktu bersamaan sehingga PLN harus melakukan revitalisasi dan pengurangan daya," tegasnya. Ia mengaku sempat meminta penjelasan langsung kepada GM PLN mengenai kemungkinan adanya keterkaitan antara pasokan batu bara dan pemadaman listrik.

Advertisement

"Saya juga sempat bertanya ke GM PLN apakah ada kaitannya dengan masalah RKAB. Setelah dihitung, memang tidak ada. Penyebabnya murni karena dua PLTU mengalami gangguan sehingga terjadi pemadaman," jelasnya. Sebelumnya, pemadaman listrik bergilir terjadi di Samarinda dan sejumlah daerah lain di Kalimantan Timur. Gangguan tersebut dipicu masalah teknis pada sistem pembangkit yang mengurangi kemampuan pasokan listrik ke jaringan.

Selama proses pemulihan, PLN menerapkan pemadaman bergilir dengan durasi rata-rata sekitar tiga jam di setiap wilayah. Selain itu, PLN juga tetap menjalankan pemeliharaan jaringan secara berkala sesuai jadwal untuk menjaga keandalan sistem kelistrikan.

Pemerintah Provinsi Kaltim berharap proses perbaikan dua pembangkit dapat selesai sesuai target sehingga pasokan listrik kembali normal dalam waktu sekitar satu bulan dan pemadaman bergilir tidak lagi diperlukan. (*)

Advertisement
Editor : Indra Zakaria
Sumber : prokal.co
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
ProkalIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Nama Wagub Kaltim Seno Aji Dipanggil Tapi Tak Muncul, Prabowo: Waduh Catat Ya

Nama Wagub Kaltim Seno Aji Dipanggil Tapi Tak Muncul, Prabowo: Waduh Catat Ya

JAKARTA – Suasana Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) di JIEXPO Kemayoran, Jakarta, Kamis (22/

Musim Kemarau, Transportasi Sungai Nyaris Lumpuh di Mahulu, Warga Desak Pembukaan Jalan Darat

Musim Kemarau, Transportasi Sungai Nyaris Lumpuh di Mahulu, Warga Desak Pembukaan Jalan Darat

Musim kemarau yang kini melanda Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu) membuat Sungai Mahakam semakin surut. Tranportasi sungai pun nyaris lumpuh.

Jangan Anggap Wagub Clear, Gerindra Mesti Pintar: Pengamat Sebut Hak Angket Karang Paci Bisa Menyeret Seno Aji

Jangan Anggap Wagub Clear, Gerindra Mesti Pintar: Pengamat Sebut Hak Angket Karang Paci Bisa Menyeret Seno Aji

Di satu sisi, Gerindra harus mengakomodasi kegaduhan publik terkait indikasi pelanggaran aturan dan pemborosan APBD Kaltim—seperti anggaran pengadaan kendaraan, rehab, hingga urusan laundry. Namun di

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer