Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Ancaman El Niño Nyata: Titik Panas di Kaltim Tembus 78 Titik, Puncak Kemarau Mengintai di Agustus

R
Ilustrasi Karhutla.
Ilustrasi Karhutla.

Advertisement

  
BALIKPAPAN — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mendeteksi lonjakan signifikan jumlah titik panas (hotspot) di wilayah Kalimantan Timur selama berlangsungnya musim kemarau 2026. Hingga pertengahan Juli, Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) Sepinggan Balikpapan telah mencatat sebanyak 78 hotspot yang tersebar di berbagai kabupaten dan kota di provinsi tersebut.

Kondisi musim kemarau tahun ini dinilai cenderung jauh lebih kering dibandingkan tahun sebelumnya akibat pengaruh fenomena El Niño yang memicu penurunan curah hujan secara drastis di wilayah Kalimantan Timur. Ketua Tim Data dan Informasi Stasiun Meteorologi Kelas I SAMS Sepinggan Balikpapan, Huda Abshor Mukhsinin, menjelaskan bahwa pengaruh El Niño diperkirakan akan semakin menguat dan terasa pada bulan September hingga November mendatang, sementara puncak musim kemarau sendiri diprediksi akan berlangsung pada Agustus.

Berdasarkan data pantauan harian BMKG, jumlah titik panas di Kalimantan Timur rata-rata telah melampaui 50 titik dan bahkan sempat menembus angka di atas 100 titik pada beberapa kesempatan. Kabupaten Kutai Timur saat ini menjadi daerah dengan konsentrasi titik panas terbanyak, yakni mencapai 27 titik, yang kemudian disusul oleh Kabupaten Kutai Kartanegara dengan 15 titik. Selain itu, BMKG juga memberikan perhatian lebih pada wilayah Berau serta Samboja di Kutai Kartanegara karena terdeteksi adanya hotspot dengan kategori tingkat kepercayaan tinggi (high confidence) yang memerlukan penanganan serta pemantauan lapangan secara ketat.

Advertisement

Meskipun angka titik panas terus meningkat, pihak BMKG menegaskan bahwa kemunculan hotspot ini tidak selalu berarti telah terjadi kebakaran hutan maupun lahan secara langsung. Hotspot pada dasarnya merupakan indikator adanya anomali suhu permukaan yang lebih tinggi dibandingkan area di sekitarnya, sehingga status pastinya masih memerlukan proses verifikasi lebih lanjut oleh petugas di lapangan.

Kendati demikian, dengan kondisi cuaca yang semakin kering, BMKG mengeluarkan peringatan keras dan mengimbau masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar. Memasuki fase puncak musim kemarau, warga diharapkan dapat meningkatkan kewaspadaan dini dan segera melaporkan segala indikasi kemunculan titik api kepada pihak berwenang agar upaya penanggulangan karhutla dapat berjalan dengan cepat dan tepat. (*)

Advertisement
Editor : Indra Zakaria
Sumber : prokal.co
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
ProkalIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

El Nino Ekstrem Cengkeram Kaltim Hingga 2027: Musim Hujan Diprediksi Lebih Singkat

El Nino Ekstrem Cengkeram Kaltim Hingga 2027: Musim Hujan Diprediksi Lebih Singkat

El Nino Ekstrem Cengkeram Kaltim Hingga 2027: Musim Hujan Diprediksi Lebih Singkat, Ancaman Bencana Mengintai (Rekomendasi)

El Nino Ancam Balikpapan: BPBD Minta Warga Waspadai Bencana dan Peduli Surat Edaran Wali Kota

El Nino Ancam Balikpapan: BPBD Minta Warga Waspadai Bencana dan Peduli Surat Edaran Wali Kota

Kewaspadaan ini berlandaskan pada Surat Edaran Wali Kota Balikpapan Nomor 300.2.1/1059/E/SETDA mengenai Antisipasi Dampak Cuaca Ekstrem El Nino yang menjadi panduan bersama dalam mitigasi bencana kema

Antisipasi Potensi El Nino 2026, Kementan Percepat Pompanisasi untuk Selamatkan Musim Tanam dan Jaga Produksi Pangan

Antisipasi Potensi El Nino 2026, Kementan Percepat Pompanisasi untuk Selamatkan Musim Tanam dan Jaga Produksi Pangan

Kementan RI mempercepat program pompanisasi sebagai langkah mitigasi utama menghadapi potensi fenomena El Nino pada 2026.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer