
Catatan: Dr Irianto Lambrie
(Ketua Umum Badan Pengelola Islamic Center/BPIC Kaltim)
PROKAL.CO-Dunia organisasi bergerak dalam perubahan yang semakin cepat.
Teknologi berkembang, pasar meluas melampaui batas negara, perilaku konsumen berubah, sementara persoalan geopolitik dan tuntutan keberlanjutan ikut memengaruhi keputusan bisnis.
Dalam keadaan seperti ini, pemimpin tidak cukup hanya pandai mengelola pekerjaan sehari-hari.
Ia perlu mampu membaca perubahan, menentukan arah, dan menyiapkan organisasi agar tetap relevan.
Kepemimpinan strategis pada dasarnya adalah kemampuan untuk melihat masa depan, menjaga fleksibilitas, berpikir secara strategis, serta menggerakkan orang lain untuk menghadapi perubahan.
Baca Juga: Karhutla di Tahura, Diduga Sengaja Dibakar, Ditemukan Jerikan Bekas BBM dan Pondok di Tengah Hutan
Sejumlah pemikir barat menempatkan kemampuan mengantisipasi, membayangkan masa depan, memelihara fleksibilitas, dan bekerja sama dengan orang lain sebagai bagian penting dari kepemimpinan strategis.
Karena itu, pemimpin strategis bukan sekadar pemberi instruksi. Ia membangun kondisi agar orang dan organisasi mampu bergerak menuju tujuan yang sama.
Ada beberapa tanggung jawab yang melekat pada peran tersebut. Pemimpin perlu menentukan arah strategis dan menerjemahkan visi menjadi prioritas yang jelas.
Ia juga harus menjaga kompetensi inti organisasi agar tidak kehilangan keunggulan ketika lingkungan berubah.
Pengembangan sumber daya manusia menjadi bagian penting karena pengetahuan, keterampilan, dan pengalaman orang-orang di dalam organisasi merupakan modal yang tidak mudah ditiru.
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!




