Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Kanwil Ditjenpas Kaltim Gandeng IPPRISIA, Perkuat Pembinaan dan Kemandirian Warga Binaan

R
Penulis: Redaksi Prokal❯
Kanwil Ditjenpas Kaltim Yan Rusmanto beserta jajaran, Ketua IPPRISIA Kaltim Marliana Wahyuningrum dan pengurus.
Kanwil Ditjenpas Kaltim Yan Rusmanto beserta jajaran, Ketua IPPRISIA Kaltim Marliana Wahyuningrum dan pengurus.

Advertisement

SAMARINDA – Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Kanwil Ditjenpas) Kalimantan Timur menggandeng Ikatan Penata Persona Indonesia (IPPRISIA) Kaltim untuk memperkuat pembinaan warga binaan, mulai dari pendampingan kesehatan mental, pengembangan karakter, hingga pelatihan keterampilan produktif sebagai bekal setelah bebas.

Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan perjanjian kerja sama (PKS) di Aula Kanwil Ditjenpas Kaltim, Jalan MT Haryono, Samarinda, Kamis (5/11/2026).

Kegiatan dihadiri Kepala Kanwil Ditjenpas Kaltim Yan Rusmanto beserta jajaran, Ketua IPPRISIA Kaltim Marliana Wahyuningrum dan pengurus, serta perwakilan satuan kerja pemasyarakatan, antara lain Rutan Samarinda, Lapas Samarinda, Bapas Balikpapan, Lapas Narkotika Samarinda, dan Lapas Perempuan Tenggarong.

Advertisement

Kepala Kanwil Ditjenpas Kaltim Yan Rusmanto menyambut positif kerja sama tersebut. Menurutnya, keterlibatan IPPRISIA dapat memperkuat program pembinaan yang selama ini telah berjalan di lapas dan rutan.

Dalam sambutannya, Yan menggambarkan dukungan yang dimiliki IPPRISIA dengan ungkapan, “Apa yang lu mau, gue ada”. Ungkapan tersebut menggambarkan kelengkapan jaringan mitra yang dapat mendukung berbagai kebutuhan pembinaan, mulai dari pengembangan kepribadian dan kemandirian hingga kesehatan mental.

Menurut Yan, pembinaan kepribadian dan kemandirian merupakan dua aspek yang tidak dapat dipisahkan dalam mempersiapkan warga binaan agar mampu kembali menjalankan fungsi sosialnya secara wajar di tengah masyarakat.

Advertisement

Ia berharap kerja sama tersebut tidak hanya menjangkau rumah tahanan negara dan lembaga pemasyarakatan, tetapi juga diperluas ke Balai Pemasyarakatan (Bapas).

“Kerja sama ini bukan hanya di atas kertas dan bukan hanya seremoni. Bagaimana tindak lanjutnya setelah ini. Kami berkewajiban mendorong seluruh satuan kerja agar membuka pintu untuk berkolaborasi dengan IPPRISIA,” ujarnya.

Kesehatan Mental dan Tantangan Kembali ke Masyarakat

Yan menyoroti pentingnya pendampingan psikologis bagi warga binaan, terutama mereka yang baru masuk dan yang akan segera mengakhiri masa pidana.

Advertisement
Editor : Indra Zakaria
Sumber : prokal.co
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
ProkalIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer