Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Bagaimana Hukum Onani saat Puasa dan Apa Dampaknya bagi Kesehatan? Simak Penjelasannya!

Indra Zakaria • 2024-03-18 13:30:00

ilustrasi
ilustrasi
 

Onani sering disepadankan dengan masturbasi, yakni aktivitas seksual tanpa hubungan senggama, yang dapat ejakulasi atau keluarnya mani. Ketika bulan puasa telah tiba, banyak pertanyaan tentang bagaimana hukumnya onani saat menjalankan ibadah di bulan Ramadhan tersebut.

Dikutip dari islam.nu.or.id, bahwa hukum onani ketika puasa ini dapat ditemui dalam kitab Al-Majmu’ Syarhul Muhadzdzab karangan Imam Nawawi. Di kitab tersebut diterangkan bahwa onani hingga ejakulasi, dapat membatalkan ibadah puasa karena kesamaan ejakulasi, yang disebabkan oleh senggama (mubasyarah).

Selain itu, di dalam mazhab Syafi’i juga membedakan hukum dari ejakulasi. Jika ejakulasi disebabkan oleh sentuhan fisik, maka membatalkan puasa. Namun, jika hanya semata pikiran jorok atau memandang dengan syahwat, maka tidak membatalkan puasa.

Onani menurut pandangan mazhab Maliki, Syafi’i, Hanbali dan mayoritas ulama Hanafi, dihukumi membatalkan puasa.Bagi mereka, sentuhan kelamin baik laki-laki maupun perempuan tanpa ejakulasipun dapat membatalkan puasa. Apalagi sampai ejakulasi dengan syahwat, sudah pasti membatalkan puasa.

Sedangkan mereka yang membatalkan puasa dengan onani di bulan Ramadhan, wajib hukumnya mengqadha di bulan yang lain. Namun, mereka tidak diwajibkan untuk membayar kaffarah atas batalnya puasa tersebut.

Dampak onani

Selain itu, dari aspek medis, onani sendiri memiliki dampak yang kurang baik bagi kesehatan seseorang. Dikutip dari klikdokter.com, jika dari jenis kelamin, laki-laki cenderung lebih sering melakukan onani dibandingkan perempuan. Sedangkan  beberapa dampak dari masturbasi adalah yang pertama luka pada alat kelamin. 

Baik menggunakan alat bantu atau tidak, jika hanya fokus pada hasrat seksual tanpa memerhatikan keamanan, potensi luka pada alat kelamin cenderung lebih besar.

Terlalu sering onani juga dapat menurunkan sensitivitas dalam hubungan seksual. Biasanya dialami oleh mereka yang telah memiliki pasangan. Semakin sering intensitas onani, semakin tinggi pula standar kepuasan seksual seseorang. Bahkan berpotensi mengganggu keharmonisan bersama pasangan.

Tidak hanya itu, terlalu sering masturbasi juga berakibat pada ejakulasi diri ketika berhubungan dengan pasangan. Pria menjadi susah mengendalikan keluarnya sperma ketika berhubungan seks. 

Onani juga dapat berdampak pada gejala psikis seseorang. Karena terdapat norma, aturan atau hukum tentang onani, seseorang bisa mengalami rasa bersalah telah melakukannya. 

Rasa bersalah ini dapat memicu stress dan menurunkan produktivitas dari seseorang. Beberapa riset mengatakan bahwa terlalu sering onani dapat menimbulkan kanker prostat, meskipun masih perlu pendalaman mengenai temuan ini.

Sedangkan resiko yang kerap kali terjadi adalah kecanduan. Mereka yang sering bermasturbasi, pikirannya dipenuhi dengan seksualitas, hingga menjadikannya candu jangka panjang. Bahkan ketika pria tergoda sedikit memainkan alat kelaminnya, ia tidak dapat mengendalikan dorongan masturbasi tersebut. (*)

 
 
 
Editor : Indra Zakaria
#onani