Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Tragedi Berdarah di "Jalan Tol" Amuntai: Niat Jemput Teman, Pelajar HSU Dikeroyok dan Ditusuk Senjata Tajam

R
ilustrasi penikaman
ilustrasi penikaman

Advertisement

 

PROKAL.CO- Aksi kekerasan jalanan kembali memakan korban di Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU). Seorang pelajar berinisial MKA (18) menjadi sasaran pengeroyokan brutal hingga menderita luka tusuk serius di bagian leher dan punggung. Peristiwa berdarah ini terjadi di kawasan Bypass Desa Penangkalaan, yang populer dijuluki warga setempat sebagai "Jalan Tol" Amuntai, pada Sabtu (4/4) malam sekitar pukul 21.30 Wita.

Kapolres HSU AKBP Agus Nuryanto, melalui Kasat Reskrim AKP Teguh Kuatman, mengonfirmasi bahwa pihaknya telah menerima laporan resmi dan tengah melakukan pengejaran intensif terhadap para pelaku.

Advertisement

“Benar, kami telah menerima laporan polisi terkait kasus dugaan pengeroyokan dan penganiayaan berat ini. Saat ini tim sedang mendalami kejadian di lapangan,” ujar AKP Teguh Kuatman, Senin (6/4).

Insiden ini bermula dari kesalahpahaman sepele saat korban bersama rekan-rekannya melintas menggunakan sepeda motor di lokasi kejadian. Kelompok pelaku dilaporkan sempat mencari seseorang yang mengenakan masker. Berniat melakukan klarifikasi agar tidak terjadi keributan, korban dan kawan-kawannya mendatangi sekelompok pemuda yang tengah berkumpul di sebuah warung.

Namun, upaya mediasi tersebut justru disambut dengan serangan fisik. Merasa situasi tidak kondusif, rombongan korban memilih mundur dan meninggalkan lokasi. Petaka muncul saat MKA menyadari ada dua teman perempuannya yang tertinggal di area keributan. Dengan niat menyelamatkan temannya, MKA memutuskan kembali ke lokasi tersebut sendirian.

Advertisement

Nahas, setibanya di sana, korban langsung dikepung dan diserang secara membabi buta oleh terduga pelaku berinisial A, L, D, dan rekan-rekan mereka lainnya. Akibat serangan senjata tajam dan hantaman benda tumpul, korban menderita luka robek di wajah serta luka tusuk di leher, punggung, dan pinggang.

“Korban bersimbah darah dan langsung dilarikan ke RSUD Pambalah Batung Amuntai untuk menjalani perawatan intensif,” tambah Kasat Reskrim.

Hingga saat ini, polisi telah mengamankan barang bukti berupa pakaian korban yang robek dan bersimbah darah. Identitas para pelaku pun telah dikantongi oleh pihak berwajib. Polisi memberikan peringatan keras agar para pelaku segera menyerahkan diri sebelum diambil tindakan tegas dan terukur.

“Kami sudah mengidentifikasi pelaku. Kami minta mereka kooperatif dan segera menyerahkan diri ke Mapolres HSU,” tegas AKP Teguh. Sementara itu, masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan memercayakan sepenuhnya penanganan kasus ini kepada aparat penegak hukum. (*)

Advertisement
Editor : Indra Zakaria
Sumber : Radar Banjarmasin
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
ProkalIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Mabuk Arak Bali dan Bawa Badik Diam-diam, Pengakuan RD Bakal Bebaskan Rekannya dari Kasus Penikaman?

Mabuk Arak Bali dan Bawa Badik Diam-diam, Pengakuan RD Bakal Bebaskan Rekannya dari Kasus Penikaman?

Mabuk Arak Bali dan Bawa Badik Diam-diam, Pengakuan RD Bakal Bebaskan Rekannya dari Kasus Penikaman Sungai Ampal?

Motif Tersinggung!! Tiga Remaja Ditikam di Sirad Salman, Polisi Amankan Pelaku

Motif Tersinggung!! Tiga Remaja Ditikam di Sirad Salman, Polisi Amankan Pelaku

Motif Tersinggung!! Tiga Remaja Ditikam di Sirad Salman, Polisi Amankan Pelaku PROKAL.CO, SAMARINDA – Sebanyak tiga orang remaja menjadi korban penikaman di Jalan Sirad Salman, Kelurahan Sidodadi, Ke

Sembunyi di Warung, Pelaku Penikaman Tiga Remaja di Sirad Salman Samarinda Diringkus Polisi

Sembunyi di Warung, Pelaku Penikaman Tiga Remaja di Sirad Salman Samarinda Diringkus Polisi

Sembunyi di Warung, Pelaku Penikaman Tiga Remaja di Sirad Salman Samarinda Diringkus Polisi SAMARINDA — Pelarian pemuda berinisial H (20) berakhir cepat di tangan aparat kepolisian. Tim gabungan Jatan

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer