Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Polda Kaltim Buru Dua DPO Jaringan Etomidate Jakarta-Medan di Kasus Kasatreskoba Kukar

M

Advertisement

Direktur Reserse Narkoba Polda Kaltim, Kombes Pol Romylus Tamtelahitu
Direktur Reserse Narkoba Polda Kaltim, Kombes Pol Romylus Tamtelahitu

 

Advertisement

PROKAL.CO, SAMARINDA - Polda Kalimantan Timur memburu dua orang yang diduga menjadi bagian jaringan pemasok etomidate dalam kasus dugaan penyelundupan narkotika yang menyeret Kasatreskoba Polres Kutai Kartanegara (Kukar) berinisial AKP YBA.

 

Direktur Reserse Narkoba Polda Kaltim, Kombes Pol Romylus Tamtelahitu menyebut dua orang tersebut masing-masing berinisial R di Jakarta dan H di Medan. Keduanya kini masuk daftar pencarian orang (DPO).

Advertisement

 

“Dari sini berkembang, ada saudara inisial R di Jakarta dan saudara H di Medan. Ini yang menjadi DPO kami,” kata Romylus dalam jumpa pers di Markas Polres Samarinda, Minggu (17/5/2026).

 

Menurut dia, pengungkapan jaringan itu bermula dari informasi Bea Cukai mengenai pengiriman paket mencurigakan melalui jasa ekspedisi TIKI menuju Tenggarong dan Balikpapan.

 

Polda Kaltim kemudian melakukan control delivery dan pengawasan terhadap penerima paket. Pada 30 April 2026, petugas mengamankan seorang pria berinisial AB saat mengambil paket di Tenggarong.

 

Dari hasil pemeriksaan, AB mengaku hanya menjalankan perintah AKP YBA untuk mengambil paket tersebut. Saat dibuka, polisi menemukan 20 bungkus etomidate di dalam paket.

 

Pengembangan kasus kemudian mengarah pada paket lain di Balikpapan yang berisi 50 bungkus etomidate. Polisi menduga seluruh paket berasal dari jaringan yang sama.

 

“Untuk paket di Tenggarong dan Balikpapan, nama pengirimnya sama. Pengirim dari Medan dan penerimanya juga menggunakan identitas yang sama,” ujarnya.

 

Romylus mengatakan, AKP YBA akhirnya diamankan pada 1 Mei 2026 dini hari setelah penyidik mengumpulkan sejumlah alat bukti dan berkoordinasi dengan Bidang Propam Polda Kaltim.

 

Dalam pemeriksaan, YBA mengakui memesan etomidate dari jaringan luar daerah tersebut. Polisi kini mendalami alur distribusi serta kemungkinan adanya jaringan lain yang terlibat.

 

“Fakta yang kami dapatkan, pengiriman dilakukan beberapa kali. Kami masih menelusuri berapa banyak paket lain yang pernah dikirim dengan pola yang sama,” katanya.

 

Penyidik mencatat total ada lima kali pengiriman paket dengan rincian 10 bungkus, 10 bungkus, 10 bungkus, 20 bungkus, dan 50 bungkus. Total keseluruhan diperkirakan mencapai 100 bungkus etomidate.

 

Menurut Romylus, satu bungkus etomidate dibeli dengan harga sekitar Rp 4 juta dan dipasarkan kembali di Kalimantan Timur seharga Rp 4,5 juta hingga Rp 5 juta.

 

“Kalau dihitung dari paket yang diamankan saja nilainya mencapai ratusan juta rupiah,” ujarnya.

 

Kabid Humas Polda Kaltim Yuliyanto menegaskan pengungkapan kasus tersebut menjadi bukti komitmen Polda Kaltim memberantas narkoba tanpa pandang bulu, termasuk jika melibatkan anggota internal kepolisian.

 

“Yang bersangkutan sudah ditahan sejak 2 Mei dan proses hukumnya berjalan,” kata Yuliyanto. (*)

Advertisement
Editor : Indra Zakaria
Sumber : prokal.co
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
ProkalIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Sopir Pribadi dan Mobil Dinas Nyangkut Kasus Sabu Malaysia, Kepala DPPR Balikpapan Diperiksa Polda

Sopir Pribadi dan Mobil Dinas Nyangkut Kasus Sabu Malaysia, Kepala DPPR Balikpapan Diperiksa Polda

Sopir Pribadi dan Mobil Dinas Nyangkut Kasus Sabu Malaysia, Kepala DPPR Balikpapan Diperiksa Polda Kaltim! Kepala Dinas Pertanahan

Sopir Terlibat Kasus Narkotika, Kadis DPPR Balikpapan Diperiksa Polda Kaltim

Sopir Terlibat Kasus Narkotika, Kadis DPPR Balikpapan Diperiksa Polda Kaltim

Kepala Dinas Pertanahan dan Penataan Ruang (DPPR) Kota Balikpapan, Irma Pertiwi Aryana Musa, memenuhi panggilan Direktorat Reserse Narkoba

Jejak Sabu dari Malaysia ke Penasehat Hukum hingga Sopir Kadis di Balikpapan

Jejak Sabu dari Malaysia ke Penasehat Hukum hingga Sopir Kadis di Balikpapan

Hasil penyelidikan Direktorat Reserse Narkoba Polda Kalimantan Timur yang membongkar jaringan peredaran narkotika lintas provinsi terhubung

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer