Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Mantan Pekerja Bobol Brankas Kantor Ekspedisi, Rp 130 Juta Raib

Wawan-Wawan Lastiawan • 2021-11-14 18:46:53
DIBOBOL : Koordinator Kurir dan Driver Ninja Express, Gusti Ridha Ramadani Saputra menunjukkan lokasi pembobolan.
DIBOBOL : Koordinator Kurir dan Driver Ninja Express, Gusti Ridha Ramadani Saputra menunjukkan lokasi pembobolan.

BALIKPAPAN-Sebuah kantor perusahaan jasa ekspedisi Ninja Exspress, di Kawasan Jalan Siaga, Balikpapan Selatan diduga dibobol mantan pekerja berinisial R.

Dalam aksinya, R membawa kabur uang tunai senilai Rp 130 juta dari brankas kantor.

Aksi pembobolan ini pertama kali diketahui Koordinator Kurir dan Driver Ninja Express, Gusti Ridha Ramadani Saputra, Jum'at (12/11), sekira pukul 05.00 Wita.

Mulanya, Gusti yang hendak memeriksa ruang staf, yang juga jadi tempat penyimpanan reveiver CCTV dan brankas.

Setelah membuka pintu, Gusti dibuat kaget lantaran lemari di dalam ruangan dalam posisi tergeser. Sementara triplek yang befungsi sebagai dinding penyekat ruangan juga dalam kondisi terlepas. 

Begitu juga dengan kabel yang menguhubungkan kamera CCTV dengan receiver sudah dalam keadaan tercabut.

Yang lebih mencurigakan lagi, brankas berisi uang yang di antaranya setoran pembayaran Cash on Delivery (COD) posisinya berbeda dari biasa. 

"Layar monitor CCTV mati dan lemari miring. Terus saya konfirmasi ke atasan menanyakan hal itu. Sedangkan kunci brankas tergeletak di atasnya," kata Gusti.

Sementara raibnya uang di dalam brankas baru diketahui saat atasan Gusti tiba di lokasi kejadian dan memeriksa brankas.

"Brankas tidak rusak, dalam kondisi baik. Sementara yang mengetahui kunci brangkas itu ada tiga orang," jelas Gusti.

Adapun empat pekerja gudang yang bertugas pada saat kejadian, seluruhnya mengaku tak mengetahui ada yang mencurigakan di ruangan tersebut selama mereka bertugas.

"Saat saya tanyakan apakah ada yang datang, baru salah satu dari mereka bilang R. Dulu Dia bagian keuangan, dia juga mengetahui kode brankas," jelasnya. 

Dari penuturan empat pekerja, R mendatangi bekas tempat kerjanya itu dengan maksud meminjam sepeda motor. R datang ke kantor sekaligus gudang ekspedisi pada pukul 23.00 Wita malam dan kembali sekitar pukul 02.00 Wita dinihari. 

"Kebetulan waktu itu kondisi sedang hujan deras. Jadi mungkin pekerja gudang tidak mendengar kalau ada yang mencurigakan di dalam ruangan," terang Gusti. 

Setelah melaporkan kejadian ke kepolisian pagi harinya, beberapa pekerja masih dapat berkomunikasi dengan R melalui pesan singkat. Namun sekira pukul 11.00 Wita, R sudah tidak dapat dihubungi lagi dan keberadaannya tidak diketahui. 

Namun tak lama berselang, R dapat ditangkap aparat kepolisian di indekosnya di kawasan Jalan Siaga. Penangkapan R tak lama setelah pihak Ninja Express memberi keterangan pada kepolisian.

"Dia (R) kemudian mengaku melakukan aksi itu, setelah mengembalikan motor," pungkas Gusti. (hul)

Editor : Wawan-Wawan Lastiawan
#balikpapan