Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Klarifikasi Pemuda Mabuk di Majelis KH Burhanudin

Indra Zakaria • 2024-05-06 12:41:03
DIAMANKAN: Tangkapan layar dari video yang tersebar di Group Whatapp Kotabaru.
DIAMANKAN: Tangkapan layar dari video yang tersebar di Group Whatapp Kotabaru.

 

Bumi Sa-Ijaan geger, dengan adanya pemuda mabuk masuk ke ruang induk Masjid saat berlangsungnya Majelis KH Bahruddin di Masjid Husnul Khatimah , Sabtu (4//5) malam. Dari video beredar di akun Instagram sosial media Sabtu (4//5) tengah malam menyebutkan, adanya penyerangan terhadap ulama yang ada di Kotabaru.

Namun, keesokan harinya video itupun dihapus. Berbagai informasi di masyarakat tidak sedikit yang marah karena ada informasi bahwa salah satu ulama Kotabaru di serang. 

Untuk kebenarannya, Radar Banjarmasin mengonfirmasi Kapolres Kotabaru, AKBP Tri Suhartanto, melalui telepon WhatsApp, Minggu (5/5) siang, menanyakan terkait peristiwa yang sedang hangat diperbincangkan masyarakat di Bumi Sa-Ijaan.

Dalam klasifikasinya, Kapolres Kotabaru menegaskan, bahwa tidak ada penyerangan terhadap ulama di Kotabaru secara sengaja. Dijelaskannya, awal ceritanya pria yang sedang mabuk ini masuk ke dalam masjid dan diusir oleh jemaah yang ada dan dibantu kepolisian.

Setelah itu, lanjutnya, pria itu tetap ngotot masuk dan diusir keluar. Saat dikejar pria itu pun takut dan lari ke depan. “Karena jemaah banyak dan ia jatuh ke depan dekat KH Burhanuddin,” ungkapnya.

Dan setelah itu, tambahnya, pria itu ternyata membawa kunci dan panik hingga menggenai KH Burhanuddin.

“Intinya, di sini tidak ada penyerangan yang secara sengaja, dan sekarang pelakunya sudah diamankan. Dan ternyata pelaku juga buronan dengan kasus yang berbeda, yaitu penipuan,” tutur Kapolres.“Terkait kasusnya, akan kita sampaikan kemudian,” jelas Kapolres.

 

Sedangkan Muhammad Rafi, salah seorang jemaah yang hadir dalam majelis itu juga membenarkan apa yang dikatakan Kapolres Kotabaru, bahwa tidak ada penyerangan terhadap ulama.

“Sebenarnya tidak ada penyerangan. Yang beredar di sosial media judulnya tidak sama dengan kenyataan bahwa guru kita diserang,” katanya. Ia menekankan, jangan sampai ada pandangan di Kotabaru ulama sedang dalam ancaman.
Dari informasi yang Radar Banjarmasin terima, KH Burhanudin mengalami lecet dan memar di tangan kiri atas akibat kena kunci kendaraan yang dibawa pemuda mabuk itu. (*)

 
Editor : Indra Zakaria