Ia mengatakan bahwa sebelumnya alamat dan nomor kontak money changer yang tertera di Google Maps sesuai dengan kontak resmi. Namun, kemudian diubah oleh pelaku penipuan. Pihaknya berulang kali membenarkan kontak yang tertera pada alamat Google Maps namun diubah lagi oleh si penipu. Penipuan ini pun diakuinya hampir memakan korban. Untungnya, kata dia, si korban berhati-hati dengan melakukan pengecekan secara langsung ke kantor money changer.
“Barusan tadi jam 12.30 ada yang menanyakan ke kantor, ini nomornya benar apa tidak,” imbuhnya. Dari pengakuan korban, lanjut dia, si penipu menawarkan kurs yang lebih murah dibandingkan dengan harga yang berlaku pada hari itu.
Kemudian, si penipu meminta korban yang ingin melakukan penukaran uang dengan melakukan transfer pada rekening yang diberikan oleh pelaku.
Namun, ulah penipu ini membuat pihaknya resah dan khawatir bila masyarakat menjadi korban.
Dirinya pun mengimbau kepada masyarakat yang ingin menggunakan jasa valuta untuk waspada dan berhati-hati dengan modus penipuan ini. "Jangan mau diminta transfer, melakukan transaksi lewat nomor yang tidak jelas dan rekening pribadi oleh penipu,” pungkasnya. (sti)