Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Nakes Puskesmas Kukar Kerja Berlebihan, DPRD Dorong Evaluasi Layanan 24 Jam 

E
Andi Faisal
Andi Faisal

Advertisement

 

PROKAL.CO, TENGGARONG – Di balik layanan 24 jam yang diharapkan siap siaga, tenaga kesehatan (nakes) di puskesmas Kutai Kartanegara justru menghadapi beban kerja berlebih. Mereka disebut harus bekerja hingga 10–11 jam, bahkan kembali bertugas keesokan harinya tanpa jeda cukup.

 

Advertisement

Kondisi ini memicu kekhawatiran terhadap kualitas pelayanan. Komisi IV DPRD Kukar pun mendesak evaluasi segera terhadap penerapan layanan puskesmas 24 jam.

 

Ketua Komisi IV DPRD Kukar, Andi Faisal, mengatakan keluhan tersebut disampaikan langsung para nakes dalam rapat dengar pendapat (RDP) beberapa waktu lalu.

Advertisement

 

“Pelayanan 24 jam ini disampaikan tidak maksimal. Ada yang bekerja sampai 10 bahkan 11 jam, lalu keesokan harinya harus masuk lagi. Ini tentu tidak efektif,” ujarnya.

 

Faisal menyebut, layanan kesehatan 24 jam memang penting untuk menjamin akses masyarakat. Namun, penerapannya harus realistis dan menyesuaikan ketersediaan tenaga di lapangan.

 

DPRD pun meminta Dinas Kesehatan Kutai Kartanegara segera menyusun kajian dalam waktu satu minggu, dengan melibatkan Ikatan Dokter Indonesia (IDI).

 

Kajian tersebut akan menjadi dasar penentuan pola operasional puskesmas ke depan, termasuk opsi pembagian jam layanan berbasis zonasi.

 

“Kita bisa bagi zona. Tidak semua puskesmas harus 24 jam. Ada yang cukup 12 jam, bahkan 10 atau delapan jam,” jelas politikus muda PDI Perjuangan ini.

 

Faisal menegaskan, nakes merupakan sektor vital yang tidak boleh dipaksakan bekerja melebihi batas wajar. Jam kerja berlebih dinilai berisiko langsung pada keselamatan pasien.

 

“Kalau kurang istirahat, pelayanan bisa tidak maksimal, bahkan berpotensi terjadi kesalahan dalam pemberian obat,” tegasnya.

 

Sebagai langkah perbaikan, DPRD juga mendorong penambahan tenaga kesehatan, khususnya di puskesmas dengan jam layanan panjang. Hal ini dinilai penting agar operasional tidak sekadar berjalan secara administratif, tetapi benar-benar optimal.

 

Evaluasi ini diharapkan segera menghasilkan kebijakan yang lebih proporsional. Keseimbangan antara akses layanan bagi masyarakat dan beban kerja nakes menjadi kunci agar layanan kesehatan tetap aman dan berkualitas. (moe)

Advertisement
Editor : Indra Zakaria
Sumber : prokal.co
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
ProkalIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Dukung Operasi Patuh Mahakam, Dishub Kukar Siapkan Personel hingga Pemeriksa Kelaikan Kendaraan

Dukung Operasi Patuh Mahakam, Dishub Kukar Siapkan Personel hingga Pemeriksa Kelaikan Kendaraan

Kadishub Kukar Ahmad Junaidi mendampingi Kapolres AKBP Khairul Basyar dan Dandim Letkol Arm Benny Budiman saat apel Operasi Patuh Mahakam (E

Operasi Patuh Mahakam 2026 di Kukar Hingga 8 November, Lima Wilayah Rawan Kecelakaan Jadi Prioritas

Operasi Patuh Mahakam 2026 di Kukar Hingga 8 November, Lima Wilayah Rawan Kecelakaan Jadi Prioritas

gelar pasukan Operasi Patuh Mahakam 2026 yang dipimpin Kapolres Kukar AKBP Khairul Basyar (Istimewa)

Delapan Tahun MGRM Kelola PI Blok Mahakam, Kontribusi PAD Hampir Rp300 Miliar

Delapan Tahun MGRM Kelola PI Blok Mahakam, Kontribusi PAD Hampir Rp300 Miliar

eringatan HUT ke-8 PT MGRM yang dihadiri Bupati Kukar Aulia Rahman Basri dan Forkopimda (Elmo/Prokal.co)

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer