Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Transisi IKN Bayangi Dunia Tambang, Forum IUP Perjuangkan Kepastian Usaha dan Nasib Pekerja

E
Forum komunikasi IUP-IKN (Istimewa)
Forum komunikasi IUP-IKN (Istimewa)

Advertisement

PROKAL.CO, TENGGARONG – Ketidakpastian perpanjangan izin usaha pertambangan (IUP) di kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN) mulai dirasakan dampaknya oleh dunia usaha. Investasi baru tertahan, ekspansi perusahaan melambat, dan kekhawatiran terhadap keberlangsungan lapangan kerja semakin mengemuka di tengah masa transisi menuju ibu kota baru.

Bagi pelaku usaha, persoalan tersebut bukan sekadar menyangkut izin operasional. Ketidakjelasan regulasi juga dinilai berpotensi mengganggu roda perekonomian masyarakat yang selama ini bergantung pada aktivitas pertambangan di sekitar wilayah IKN.

Koordinator Forum Komunikasi IUP-IKN, Soeharto Pawelloi, mengatakan forum dibentuk sebagai wadah menyatukan aspirasi para pemegang IUP yang beroperasi di kawasan Otorita IKN. Selama dua tahun terakhir, berbagai kendala muncul seiring penerapan regulasi baru di kawasan tersebut, terutama terkait kepastian perpanjangan izin usaha.

Advertisement

Sebagai langkah awal, forum mengirimkan surat kepada Presiden pada Januari hingga Februari 2026. Surat yang juga ditembuskan kepada Menteri Sekretaris Negara dan sejumlah kementerian teknis itu berisi berbagai persoalan yang dihadapi pelaku usaha di wilayah IKN.

Respons pemerintah datang pada Maret 2026 melalui undangan dialog yang difasilitasi Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian bersama Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Pertemuan itu menjadi ruang awal bagi pelaku usaha untuk menyampaikan langsung persoalan yang mereka hadapi.

Pembahasan kemudian berlanjut dengan melibatkan pemerintah kabupaten, pemerintah provinsi, hingga Otorita IKN. Fokus utama diskusi adalah mencari solusi agar aktivitas pertambangan tetap dapat berjalan tanpa bertentangan dengan regulasi yang berlaku di kawasan ibu kota baru.

Advertisement

Menurut Soeharto, perubahan tata kelola perizinan setelah terbentuknya Otorita IKN turut memunculkan ketidakpastian bagi pelaku usaha. Dampaknya mulai terasa di lapangan, mulai dari tertundanya investasi baru hingga berkurangnya aktivitas sejumlah kontraktor.

Forum juga menerima banyak aspirasi dari para pekerja yang mulai mengkhawatirkan kondisi ekonomi di wilayah IKN selama masa transisi tersebut.

"Forum banyak menerima aspirasi karyawan yang khawatir melihat perekonomian di daerah IKN menurun di masa transisi ini," ujar Soeharto.

Ia menjelaskan, aktivitas pertambangan memang belum berhenti sepenuhnya. Namun, perusahaan cenderung menahan ekspansi sambil menunggu kepastian regulasi. Kondisi itu ikut memengaruhi perputaran ekonomi di sekitar wilayah konsesi, mulai dari usaha warung, bengkel, jasa transportasi, hingga sektor lain yang bergantung pada aktivitas tambang.

Advertisement
Editor : Indra Zakaria
Sumber : prokal.co
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
ProkalIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Wajib Belajar Prasekolah 1 Tahun di Kukar, Bunda PAUD Minta Desa Jemput Bola

Wajib Belajar Prasekolah 1 Tahun di Kukar, Bunda PAUD Minta Desa Jemput Bola

Publikasi dan Sosialisasi Strategi Pelaksanaan Wajib Belajar 1 Tahun Pendidikan Prasekolah Tahun 2026 di Pendopo Odah Etam (Elmo/Prokal.co)

Dukung Operasi Patuh Mahakam, Dishub Kukar Siapkan Personel hingga Pemeriksa Kelaikan Kendaraan

Dukung Operasi Patuh Mahakam, Dishub Kukar Siapkan Personel hingga Pemeriksa Kelaikan Kendaraan

Kadishub Kukar Ahmad Junaidi mendampingi Kapolres AKBP Khairul Basyar dan Dandim Letkol Arm Benny Budiman saat apel Operasi Patuh Mahakam (E

Operasi Patuh Mahakam 2026 di Kukar Hingga 8 November, Lima Wilayah Rawan Kecelakaan Jadi Prioritas

Operasi Patuh Mahakam 2026 di Kukar Hingga 8 November, Lima Wilayah Rawan Kecelakaan Jadi Prioritas

gelar pasukan Operasi Patuh Mahakam 2026 yang dipimpin Kapolres Kukar AKBP Khairul Basyar (Istimewa)

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer