Hujan Diprediksi Memuncak Desember, BPBD Kukar Ajak Warga Rutin Cek Drainase dan Pohon

PROKAL.CO, TENGGARONG – Ancaman banjir, tanah longsor, hingga pohon tumbang saat musim penghujan perlu diantisipasi sejak dini. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kutai Kartanegara (Kukar) mulai menyiapkan surat edaran mitigasi sekaligus mengajak masyarakat, pemerintah, dan pihak swasta melakukan pencegahan dari lingkungan masing-masing.
Pemeriksaan drainase, aliran sungai, serta pepohonan yang berpotensi tumbang menjadi langkah awal yang didorong BPBD Kukar. Upaya tersebut dinilai penting untuk mengurangi risiko bencana ketika intensitas hujan meningkat.
Sekretaris BPBD Kukar Aspianur Sandi mengatakan, surat edaran (SE) mitigasi menghadapi musim penghujan tengah disusun dengan mengacu pada arahan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim).
“Kami mengajak masyarakat, pemerintah dan pihak swasta ayo mulai melakukan pencegahan dari sekarang. Baik berupa pembersihan saluran air maupun penanganan pohon yang berisiko tumbang,” ungkap Sandi, Senin (2/11/2026).
Menurutnya, perubahan kondisi cuaca setelah melewati musim kemarau panjang perlu diwaspadai. Tanah yang sebelumnya mengalami kekeringan dan retakan berpotensi lebih rentan terhadap longsor ketika kembali diguyur hujan.
Risiko bencana juga dapat muncul akibat hujan berintensitas tinggi yang disertai angin kencang. Kondisi tersebut berpotensi memicu genangan, banjir, hingga tumbangnya pepohonan, terutama di kawasan permukiman dan fasilitas umum.
BPBD Kukar mendorong masyarakat membersihkan saluran drainase dari sampah maupun material yang dapat menghambat aliran air. Langkah sederhana ini diperlukan agar air tidak meluap ketika curah hujan meningkat.
Penanganan pohon dan dahan yang berisiko roboh juga perlu dilakukan. Masyarakat dapat berkoordinasi dengan organisasi perangkat daerah (OPD) teknis, pengurus RT, maupun warga setempat untuk melakukan pemangkasan atau penanganan sesuai kebutuhan.
Sandi menyebutkan, SE mitigasi tersebut masih dalam tahap penyusunan dan ditargetkan segera terbit. BPBD Kukar berharap dokumen itu rampung dalam dua hingga tiga hari setelah penyesuaian dengan petunjuk pemerintah provinsi.
Berdasarkan perkiraan yang disampaikan BPBD Kukar, masa peralihan menuju musim penghujan berlangsung hingga akhir Oktober. Intensitas hujan diprediksi meningkat pada pekan ketiga November dan mencapai puncaknya pada Desember.
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!




