Kukar Siapkan MTQH XLVI Kaltim, Perputaran Ekonomi Masyarakat Jadi Perhatian

PROKAL.CO, TENGGARONG – Penyelenggaraan Musabaqah Tilawatil Quran dan Hadis (MTQH) XLVI tingkat Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) 2026 di Kutai Kartanegara (Kukar) diproyeksikan menjadi peluang bagi pelaku usaha lokal untuk meningkatkan pendapatan. Dengan asumsi 1.516 orang kafilah berbelanja rata-rata Rp100 ribu per hari selama 12 hari, potensi perputaran uang selama kegiatan mencapai Rp1,8 miliar.
Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Kaltim Sri Wahyuni menyebut, perhitungan tersebut menjadi gambaran potensi ekonomi yang dapat muncul dari kedatangan kafilah berbagai daerah. Namun, besaran perputaran uang tetap bergantung pada aktivitas belanja peserta selama berada di Kukar.
“Kami sudah melakukan perhitungan. Dengan asumsi jumlah kafilah sekitar 1.516 orang, kita bisa memperkirakan potensi perputaran uang selama kegiatan berlangsung. Misalnya, jika setiap orang berbelanja rata-rata Rp100 ribu per hari, jumlah tersebut tinggal dikalikan dengan total kafilah dan durasi kegiatan selama 12 hari,” ujarnya.
Hal tersebut disampaikan dalam ekspose MTQH XLVI tingkat Provinsi Kaltim 2026 yang berlangsung di Pendopo Odah Etam, Tenggarong, Selasa (3/11/2026).
Menurut Sri Wahyuni, peluang ekonomi tersebut perlu dioptimalkan melalui kesiapan sektor pariwisata dan usaha lokal. Mulai dari pengelola hotel, rumah makan, pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), hingga berbagai usaha yang berkaitan dengan aktivitas wisata.
Dia mengatakan, pembinaan terhadap pelaku usaha pariwisata perlu terus ditingkatkan agar mampu memanfaatkan momentum kedatangan kafilah. Dengan begitu, penyelenggaraan MTQH tidak hanya menjadi agenda keagamaan, tetapi juga memberikan kontribusi terhadap pembangunan daerah dan pendapatan masyarakat.
“Potensi dan kemampuan para pelaku usaha memang harus lebih kita dorong agar mereka bisa lebih optimal memaksimalkan seluruh sumber daya di bidang pariwisata. Dengan begitu, sektor pariwisata dapat memberikan kontribusi terhadap pembangunan daerah dan meningkatkan pendapatan masing-masing pelaku usaha,” jelasnya.
Sementara itu, Sekda Kukar Sunggono yang juga Ketua Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) Kukar menyatakan kesiapan daerah menjadi tuan rumah. Pemerintah daerah telah menerima arahan dari pengurus LPTQ Provinsi Kaltim mengenai rencana kegiatan, jadwal, logo, maskot, hingga berbagai kebutuhan penyelenggaraan.
Persiapan venue dan penataan infrastruktur juga telah dilakukan. Pemkab Kukar berencana melibatkan event organizer (EO) yang memiliki pengalaman menyelenggarakan MTQ tingkat provinsi. Desain pemanfaatan ruang untuk seluruh venue dan arena disebut telah disiapkan.
"Saat ini berbagai potensi kendala nonteknis menjadi perhatian panitia. Seperti kehadiran penonton, khususnya anak-anak, mengatur agar kegiatan tidak berlangsung terlalu larut malam, serta menghindari penampilan yang tidak diperlukan," jelasnya.
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!




