DP3A Kukar Ingatkan Anak Tak Terburu-buru Menikah, Pendidikan Jadi Prioritas

PROKAL.CO, TENGGARONG – Kesiapan mental menjadi salah satu aspek yang diperhatikan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kutai Kartanegara (Kukar) dalam mencegah pernikahan usia anak. Anak-anak yang mendapat rujukan terkait rencana pernikahan menjalani asesmen psikologis dan pembinaan agar memahami tanggung jawab kehidupan berumah tangga.
Upaya tersebut dilakukan bersamaan dengan penguatan edukasi dan sosialisasi melalui program Gencar. DP3A Kukar menyasar lingkungan sekolah dan organisasi untuk memberikan pemahaman kepada anak-anak mengenai pentingnya mempersiapkan masa depan sebelum mengambil keputusan menikah.
Kepala DP3A Kukar, Syafliansyah, mengatakan pihaknya masih menerima laporan maupun permintaan asesmen terhadap anak-anak yang menikah pada usia muda. Dalam penanganan tersebut, DP3A memberikan pembinaan dengan melibatkan tim psikolog sesuai kebutuhan.
Menurutnya, kehidupan rumah tangga membutuhkan kesiapan mental dan tanggung jawab yang tidak sederhana. Karena itu, anak-anak perlu memahami konsekuensi pernikahan sebelum mengambil keputusan, terlebih ketika masih berada pada usia muda.
“Tugas kami melakukan proses pembinaan, karena dalam mengarungi rumah tangga itu tidak semudah yang dibayangkan, apalagi mereka masih berusia muda. Karena itu, kami juga melakukan asesmen melalui psikolog,” jelasnya, Kamis (5/11/2026).
Asesmen psikologis menjadi bagian dari pendampingan untuk membantu anak memahami kesiapan diri. Pendekatan tersebut sekaligus menjadi upaya DP3A Kukar agar pencegahan pernikahan usia anak tidak hanya dilakukan melalui sosialisasi, tetapi juga menyentuh kondisi psikologis anak yang membutuhkan penanganan.
Syafliansyah menilai, masa anak dan remaja sebaiknya dimanfaatkan untuk mengembangkan kemampuan diri serta menyelesaikan pendidikan. Kesempatan melanjutkan pendidikan hingga perguruan tinggi masih terbuka sehingga anak-anak tidak perlu terburu-buru memasuki kehidupan berumah tangga.
“Harapan saya anak-anak tidak lagi, kalau bisa jangan menikah di usia dini. Lebih baik sekolah dengan baik, kuliah, menempuh pendidikan dan mempersiapkan diri, karena masih banyak waktu untuk itu,” ujarnya.
Selain pendampingan psikologis, DP3A Kukar terus mengoptimalkan sosialisasi melalui kerja sama dengan berbagai institusi. Edukasi dilakukan ke sekolah-sekolah maupun organisasi, termasuk dengan melibatkan Forum Anak sebagai mitra penyebarluasan informasi di kalangan sebaya.
“Pencegahan dan sosialisasi tetap kita lakukan melalui beberapa kegiatan, seperti datang ke sekolah-sekolah maupun organisasi untuk menyampaikan edukasi. Ini juga merupakan kolaborasi dengan institusi lain,” katanya.
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!




