Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Pusat Buka Peluang Bantu Infrastruktur Penataan Bantaran Sungai Tenggarong

E
Wakil Menteri PKP RI Fahri Hamzah melakukan peninjauan di permukiman tepi Sungai Tenggarong bersama Bupati Kukar Aulia Rahman Basri dan jajaran (Elmo/Prokal.co)
Wakil Menteri PKP RI Fahri Hamzah melakukan peninjauan di permukiman tepi Sungai Tenggarong bersama Bupati Kukar Aulia Rahman Basri dan jajaran (Elmo/Prokal.co)

Advertisement

PROKAL.CO, TENGGARONG – Penataan permukiman kumuh di bantaran Sungai Tenggarong, khususnya kawasan Jalan Kartini dan Jalan Mayjen Panjaitan, mendapat dukungan Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) RI. Pemerintah pusat membuka peluang membantu pembangunan infrastruktur untuk memperbaiki kawasan padat penduduk tersebut menjadi lingkungan yang lebih sehat dan layak.

Dukungan itu disampaikan Wakil Menteri PKP RI Fahri Hamzah saat meninjau sejumlah lokasi di Kutai Kartanegara (Kukar), Jumat (6/11/2026). Kunjungan tersebut menindaklanjuti audiensi Bupati Kukar Aulia Rahman Basri ke Kementerian PKP di Jakarta beberapa waktu lalu.

Fahri mengatakan, penataan kawasan bantaran sungai diperlukan untuk mengatasi permukiman yang terlalu padat, tidak sehat, serta memiliki persoalan sanitasi dan pengelolaan sampah. Pemerintah pusat juga telah menerima konsep dan gambaran anggaran yang disiapkan pemerintah daerah.

Advertisement

“Untuk infrastruktur, artinya prasarana, sarana, dan utilitas umum (PSU), memang menjadi tanggung jawab pemerintah pusat. Pemerintah daerah nantinya bertanggung jawab terhadap beberapa persiapan teknis kawasan,” kata Fahri.

Dia berharap Tenggarong dapat menjadi salah satu kawasan percontohan restorasi permukiman di Kalimantan. Penataan tidak hanya diarahkan untuk menyediakan hunian yang lebih layak, tetapi juga membentuk ruang publik yang dapat menampung berbagai aktivitas masyarakat, termasuk ekonomi kreatif dan kebutuhan generasi muda.

"Bangunan dari masa lalu yang sudah terlalu padat, tidak sehat, sanitasinya mulai rusak, dan pengelolaan sampahnya tidak ada, ini menjadi objek penataan secara umum," jelasnya.

Advertisement

Fahri menyebut proposal penataan yang disiapkan pemerintah daerah relatif siap untuk diajukan. Dia juga membuka peluang agar kebutuhan anggaran infrastruktur dapat diusulkan melalui anggaran perubahan, meski pelaksanaan tahun anggaran telah berjalan sejak Januari.

Dalam kesempatan ini, Fahri mengusulkan agar Tenggarong menyiapkan satu kota mini di sekitarnya untuk mengakomodasi kawasan-kawasan padat dan terkadang menjadi tidak sehat. Yang dari datanya sekitar 400 hektare, bisa disiapkan untuk berbagai keperluan selain perumahan. 

"Kita ingin menghilangkan kawasan-kawasan yang menumpuk, terlalu padat, kumuh, bahkan mungkin sudah mulai mengalami polusi. Kita tata kawasan baru yang lebih sehat sehingga generasi masa depan tumbuh di kawasan yang lebih baik dari waktu ke waktu," ucapnya.

Hal ini juga sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto di seluruh daerah akan adanya gerakan Indonesia Asri. Yakni aman, sehat, resik, dan indah. Lingkungan yang aman, sehat bagi penghuninya, resik atau bersih, serta indah dipandang.

Advertisement
Editor : Indra Zakaria
Sumber : prokal.co
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
ProkalIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer