PROKAL.CO, TENGGARONG – Meningkatnya aktivitas transaksi tunai menjelang Idulfitri membuat Polres Kutai Kartanegara (Kukar) meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi peredaran uang palsu. Imbauan kepada masyarakat terus digencarkan agar tidak menjadi korban saat melakukan penukaran maupun transaksi harian.
Kepala Bagian Ops Polres Kukar Kompol Roganda, mengatakan pihaknya aktif menyampaikan edukasi melalui berbagai platform digital resmi kepolisian.
“Kami terus mengimbau masyarakat melalui media sosial untuk berhati-hati terkait uang palsu. Ada beberapa cara untuk membedakan uang palsu,” ujar Roganda, Rabu (25/2/2026).
Menurutnya, peningkatan kewaspadaan penting dilakukan, terutama karena kebutuhan uang tunai biasanya melonjak selama Ramadan hingga mendekati hari raya. Roganda juga meminta masyarakat segera melapor apabila menemukan atau mencurigai adanya peredaran uang palsu di wilayah Kukar.
“Jika ada yang menemukan atau menerima uang yang diduga palsu, jangan ditransaksikan kembali. Segera laporkan ke kepolisian agar bisa ditindaklanjuti,” tegasnya.
Ia turut mengingatkan warga agar melakukan penukaran uang di lembaga resmi, baik bank maupun penyedia jasa keuangan berizin, khususnya untuk nominal besar. Apabila masyarakat menemukan atau terlanjur menerima uang yang dicurigai palsu, diminta segera melapor ke kantor polisi terdekat.
“Kalau ingin menukarkan uang, apalagi dengan nominal besar, sebaiknya di tempat resmi supaya jelas dan bisa dipertanggungjawabkan. Jangan tergiur kemudahan atau selisih kecil,” tutup Roganda.
Untuk mengantisipasi peredaran uang palsu, masyarakat dapat melakukan pengecekan sederhana guna memastikan keaslian uang melalui metode 3D, yakni Dilihat, Diraba, dan Diterawang.
Pada tahap diraba, uang asli memiliki tekstur agak kasar karena menggunakan bahan serat kapas. Bagian nominal, gambar utama, serta kode tunanetra terasa timbul saat disentuh. Selain itu, benang pengaman tertanam di dalam kertas dan bukan sekadar cetakan di permukaan.
Dari sisi dilihat, warna uang asli tampak lebih cerah dan tajam, tidak pucat atau kusam. Tinta juga tidak mudah luntur saat digosok. Pada pecahan tertentu, logo Bank Indonesia dapat berubah warna apabila dilihat dari sudut yang berbeda.
Sementara itu, saat diterawang ke arah cahaya, akan terlihat tanda air (watermark) berupa gambar pahlawan atau ornamen tertentu. Logo BI pada sisi depan dan belakang juga akan menyatu sempurna ketika diterawang.
Selain metode 3D, pengecekan dapat dilakukan menggunakan sinar ultraviolet (UV). Uang asli umumnya menunjukkan efek cahaya tertentu, termasuk pada nomor seri, sedangkan uang palsu biasanya tidak memberikan reaksi serupa. (moe)
Editor : Indra Zakaria