Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Mudik Sungai Sepi Peminat, Penumpang Turun hingga 25 Persen di Kukar

Elmo Satria Nugraha • 2026-03-19 18:36:57

Suasana mudik di Dermaga Stadion Aji Imbut (Elmo/Prokal.co)
Suasana mudik di Dermaga Stadion Aji Imbut (Elmo/Prokal.co)

PROKAL.CO, TENGGARONG – Suasana Dermaga Stadion Aji Imbut yang biasanya padat jelang Lebaran, kini tampak lebih lengang. Aktivitas mudik melalui jalur sungai di Kutai Kartanegara (Kukar) tahun ini terpantau menurun dibandingkan tahun sebelumnya.

Pantauan Kamis (19/3/2026), kapal penumpang seperti Barokah 08 yang melayani rute Samarinda–Melak tetap beroperasi. Namun, jumlah penumpang yang naik tidak seramai tahun lalu.

Kepala Bidang Pelayaran Dinas Perhubungan Kukar, Rakhmadani Hidayat, menyebut dermaga tersebut merupakan salah satu simpul penting mobilitas warga menuju wilayah hulu Kalimantan Timur, seperti Kutai Barat dan Mahakam Ulu.

Meski demikian, tren mudik tahun ini menunjukkan penurunan cukup signifikan.

“Dari hasil analisis koordinator dermaga, memang ada penurunan dibanding tahun lalu. Salah satu faktor yang memengaruhi adalah insiden kapal tenggelam di wilayah Sebulu, sehingga masyarakat lebih berhati-hati dan sebagian memilih jalur lain,” ujarnya.

Dishub Kukar mencatat penurunan arus mudik mencapai sekitar 25 persen. Jika pada periode yang sama tahun lalu jumlah penumpang bisa menyentuh 100 orang, kini hanya berkisar 40 hingga 50 orang per keberangkatan.

Meski begitu, jalur sungai masih menjadi pilihan bagi sebagian warga. Salah satunya Hendra, penumpang tujuan Melak yang tetap setia menggunakan kapal karena alasan kenyamanan.

“Kalau naik kapal lebih santai, bisa duduk dan istirahat. Kalau lewat darat, saya kurang kuat,” katanya.

Bersama sang istri, Mira—Hendra memilih mudik lebih awal dari Tenggarong untuk berkumpul dengan keluarga di kampung halaman. Hendra mengaku kerap menggunakan transportasi sungai, baik untuk kebutuhan mudik maupun aktivitas sehari-hari.

Perjalanan menuju Melak diperkirakan memakan waktu hingga dini hari, dengan estimasi tiba sekitar pukul 03.00. Harga tiket berkisar Rp180 ribu hingga Rp200 ribu per orang, tergantung waktu pemesanan.

Kendati jumlah penumpang menurun, operasional angkutan sungai di Kukar tetap berjalan normal. Bagi sebagian masyarakat, jalur ini masih menjadi alternatif utama untuk perjalanan jarak jauh yang lebih nyaman, meski kini dihadapkan pada meningkatnya kehati-hatian pascainsiden di perairan. (moe)

Editor : Indra Zakaria