Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Anak-Anak Sangkima Harus Tempuh Belasan Kilometer untuk ke Sekolah, Kades: Pemerintah Belum Pernah Buatkan Jalan

R
SOROT : Kepala Desa Sangkima, Muhammad Alwi.
SOROT : Kepala Desa Sangkima, Muhammad Alwi.

PROKAL.CO, SANGATTA – Satu lagi realita kehidupan warga di daerah kaya sumber daya alam (SDA).


Advertisement

Anak-anak di Desa Sangkima, Kecamatan Sangatta Selatan, Kutai Timur (Kutim), masih harus menempuh jarak belasan kilometer untuk melanjutkan pendidikan ke tingkat SMA di Sangatta.

Baca Juga: Hampir 100 Ribu Status JKN di Kaltim Nonaktif, Ini Langkah Cepat Aktifkan Kembali BPJS Kesehatan yang Mati

Kondisi ini terjadi karena jalan ringroad yang menjadi akses utama belum juga rampung.

Jalan tersebut tak dapat diselesaikan karena sebagian trase masuk ke kawasan Taman Nasional Kutai (TNK).

Regulasi kehutanan membuat proses pembangunan terhenti bertahun-tahun.

Akibatnya, warga tetap bergantung pada jalur memutar melewati jalan perusahaan yang jaraknya lebih jauh.

Kepala Desa Sangkima, Muhammad Alwi, mengatakan jalan ringroad yang tinggal sekitar dua kilometer lagi untuk ditingkatkan sebenarnya dapat memangkas waktu tempuh warga secara signifikan.

Jika akses itu selesai, anak-anak desa tak perlu lagi menempuh perjalanan 13 hingga 20 kilometer setiap hari.

"Saya selalu mengatakan di forum, 80 tahun Indonesia merdeka dan 26 tahun Kutai Timur berdiri, sampai saat ini belum ada jalan yang dibuatkan pemerintah di dua desa. Desa Teluk Singkama dan Sangkima," ujar Alwi, Kamis (12/2/2026).

Baca Juga: ANGKA FANTASTIS..!! 96 Ribu Peserta PBI Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) di Kaltim Dinonaktifkan

Ia mengungkapkan, kondisi itu membuat sebagian siswa memilih berhenti sekolah. Selain jarak yang terlalu jauh, beban ekonomi keluarga juga menjadi alasan.

Banyak orang tua tidak mampu membiayai anak mereka untuk tinggal indekos di Sangatta.

“Setiap tahun selalu ada yang tidak melanjutkan ke SMA karena faktor jarak dan biaya,” kata Alwi.

Menurutnya, keterlambatan penyelesaian akses jalan tidak hanya berdampak pada pendidikan.

Warga juga kesulitan dalam layanan kesehatan, penanganan bencana, hingga membawa hasil pertanian dan perikanan ke kota.

Alwi berharap, pemerintah daerah, perusahaan yang beroperasi di Sangatta Selatan, serta pengelola TNK dapat duduk bersama mencari jalan keluar.

Advertisement

Baca Juga: Wawali Sidak Pasar Segiri, Stok Bapokting Aman Meski Sejumlah Harga Naik

Menurutnya, kebutuhan akses dasar seperti jalan seharusnya dapat difasilitasi tanpa mengabaikan fungsi konservasi.

“Jalan ini bukan hanya untuk masyarakat, tetapi juga bisa membantu akses kalau misalnya penanganan kebakaran hutan di kawasan TNK,” ujarnya. (*)

JUFRIADI

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
ProkalIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Pria di Kutim Ini Curi Rokok, Sampai Rp 10 Juta, Sehari Kemudian Ketangkap

Pria di Kutim Ini Curi Rokok, Sampai Rp 10 Juta, Sehari Kemudian Ketangkap

Seorang pria berinisial G ditangkap polisi setelah diduga mencuri sejumlah rokok dari sebuah toko di Jalan IA Muis, Desa Sangatta Utara.

Kartu Kobar Cerdas Diluncurkan, DPRD Nilai Mampu Ringankan Beban Pendidikan Keluarga Kurang Mampu

Kartu Kobar Cerdas Diluncurkan, DPRD Nilai Mampu Ringankan Beban Pendidikan Keluarga Kurang Mampu

Program tersebut mendapat apresiasi DPRD karena dinilai dapat membantu orang tua memenuhi kebutuhan dasar sekolah, mulai dari seragam hingga perlengkapan belajar.

Transformasi Digital Pendidikan Balikpapan, Guru Didorong Adaptif Manfaatkan Teknologi

Transformasi Digital Pendidikan Balikpapan, Guru Didorong Adaptif Manfaatkan Teknologi

Transformasi digital di sektor pendidikan Kota Balikpapan terus menunjukkan kemajuan, terutama dalam penyediaan perangkat pembelajaran berba

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer